Breaking News:

Rusia Serang Ukraina

Facebook Hapus Puluhan Akun Palsu yang Terbukti Sebarkan Disinformasi Invasi Rusia di Ukraina

Facebook menghapus jaringan akun palsu yang mencoba menyebarkan disinformasi mengenai serangan Rusia ke Ukraina....

Editor: Eddy Fitriadi
AFP/File
ILUSTRASI Facebook. Facebook Hapus Puluhan Akun Palsu yang Terbukti Sebarkan Disinformasi Invasi Rusia di Ukraina. 

SERAMBINEWS.COM – Facebook menghapus jaringan akun palsu yang mencoba menyebarkan disinformasi mengenai serangan Rusia ke Ukraina.

Ada 40 akun, halaman dan grup dari Facebook, serta Instagram yang terdeteksi selama 48 jam terakhir telah dihapus karena menyebarkan informasi palsu mengenai invasi Rusia atas Ukraina.

Medsos itu juga berupaya untuk menghentikan peretasan yang menargetkan pejabat militer dan pemerintah Ukraina dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Kebijakan Keamanan Facebook, Nathaniel Gleicher menuturkan akun palsu ini menargetkan orang-orang Ukraina dan berpura-pura menjadi situs web berita yang menyebar informasi palsu.

Akun-akun ini bertujuan merusak pemerintah Ukraina dan meningkatkan aktivitas aktor Rusia. Mereka akan mempublikasikan klaim tentang Barat yang mengkhianati Ukraina dan tentang Ukraina sebagai negara gagal. Mereka juga mengaku berbasis di Kyiv, dan menyamar sebagai editor berita, sebagai mantan insinyur penerbangan, sebagai penulis publikasi ilmiah,” ungkap Gleicher seperti yang dikutip dari laman engadget.com, Senin (28/2/2022).

Facebook menambahkan dalam sebuah pernyataan, penyelidikan terhadap akun-akun ini sedang berlangsung. Dalam penyelidikan ini menghubungkan orang-orang di balik akun palsu ini, dengan peristiwa penghapusan akun palsu yang sebelumnya terjadi pada tahun 2020.

Peneliti keamanan Facebook pada saat itu mengatakan aktivitas akun palsu telah dilacak dan menunjukan posisi individu yang berada di Rusia, wilayah Donbass di Ukraina dan dua organisasi media di Krimea yaitu NewsFront dan SouthFront.

Peneliti Facebook memperingatkan segelintir jurnalis Ukraina, pejabat militer dan tokoh masyarakat menjadi sasaran upaya peretasan dalam beberapa hari terakhir ini.

Aktivitas ini dikaitkan Facebook dengan entitas yang dikenal oleh peneliti keamanan sebagai "Ghostwriter," yang juga bertujuan untuk menyebarkan informasi palsu.

Facebook mengatakan Ghostwriter biasanya menggunakan serangan phishing untuk mengambil alih akun email dan akun media sosial untuk memposting disinformasi sambil menyamar sebagai figur publik. Facebook tidak menyebut siapa yang berada di balik Ghostwriter, namun peneliti lain telah mengaitkan serangan tersebut ke Belarusia.

Pada briefing yang dilakukan hari Minggu (27/2/2022) malam, Direktur Meta’s Threat Disruption, David Agranovich mengatakan akun-akun yang dihapus belum mendapatkan banyak pengikut. Agranovich menambahkan, akun-akun palsu itu menargetkan pengguna Facebook dengan menyebarkan video di YouTube yang menunjukan pasukan Ukraina menyerah ke Rusia.

“Kami mendeteksi upaya untuk menargetkan orang di Facebook, dan memposting video YouTube yang menggambarkan pasukan Ukraina lemah dan menyerah kepada Rusia, termasuk video yang mengklaim menunjukkan tentara Ukraina menyerah.” kata David Agranovich.

Penghapusan akun palsu ini dilakukan Facebook untuk menahan kemampuan Rusia menggunakan platform-nya untuk menyebarkan berita palsu. Facebook menambahkan, pekan lalu mereka telah membentuk pusat operasi keamanan untuk memantau situasi di Ukraina dan membantu menanggapi dengan cepat atas ancaman dan informasi yang salah.

Platform ini juga mendorong orang-orang di Ukraina untuk mengunci akun mereka. Facebook juga akan mengaktifkan fitur "kunci profil" di Rusia.

Sedangkan Rusia mengatakan pihaknya membatasi penggunaan dan akses masuk ke Facebook di negara itu, setelah Facebook menghapus empat akun media yang dikelola pemerintah.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Facebook Hapus Akun Palsu yang Sebarkan Disinformasi Invasi Rusia di Ukraina"

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved