Konflik Rusia vs Ukraina
UPDATE Serangan Rusia di Ukraina: Rudal Rusia Hantam Kota Kharkiv dan Rumah Sakit Bersalin
Sementara itu, Pengadilan Kriminal Internasional telah mengumumkan akan menyelidiki dugaan kejahatan perang Rusia di Ukraina.
Dilansir Independent, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengutuk serangan Rusia di kota Kharkiv, menyebutnya sebagai "kejahatan perang".
Berbicara dalam sebuah video yang diposting di media sosial, Zelenskyy mengatakan bahwa dalam 5 hari, pasukan Rusia telah meluncurkan 56 serangan rudal dan 113 rudal jelajah di Ukraina.
Dia berkata: "Hari ini, pasukan Rusia secara brutal menembaki Kharkiv dari artileri jet. Itu jelas kejahatan perang."
"Kharkiv adalah kota yang damai, ada daerah pemukiman yang damai, tidak ada fasilitas militer."
"Puluhan saksi mata membuktikan bahwa ini bukan satu tembakan palsu, tetapi penghancuran orang yang disengaja."
"Rusia tahu di mana mereka menembak."
"Pasti akan ada pengadilan internasional untuk kejahatan ini - ini merupakan pelanggaran terhadap semua konvensi."
"Tidak ada seorang pun di dunia yang akan memaafkan Anda karena membunuh orang-orang Ukraina yang damai," katanya.
Baca juga: Soroti Banjir di Tamiang, Haji Uma Minta Pemerintah Atasi Tanggul dan Penebangan Hutan
Baca juga: Buku Membenahi Pidie dari Gle, Blang, Laot Diterbitkan
Baca juga: Ratusan PNS dan Warga Bireuen Larut Dalam Zikir Bersama Memperingati Isra Mikraj
Tribunnews.com: UPDATE Invasi Rusia di Ukraina: Serangan Udara Hantam Kharkiv, Konvoi Tank Sepanjang 64 km ke Kiev
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/seorang-pria-membersihkan-puing-puing-bangunan-di-ibukota-ukraina-kyiv.jpg)