Breaking News:

Konflik Rusia vs Ukraina

UPDATE Serangan Rusia di Ukraina: Rudal Rusia Hantam Kota Kharkiv dan Rumah Sakit Bersalin

Sementara itu, Pengadilan Kriminal Internasional telah mengumumkan akan menyelidiki dugaan kejahatan perang Rusia di Ukraina.

Editor: Faisal Zamzami
AFP/DANIEL LEAL
Seorang pria membersihkan puing-puing di sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak di Koshytsa Street, pinggiran ibukota Ukraina Kyiv, di mana sebuah peluru militer diduga menghantam, pada 25 Februari 2022. - Pasukan Rusia mencapai pinggiran Kyiv pada hari Jumat seperti yang dikatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pasukan penyerang menargetkan warga sipil dan ledakan terdengar di ibu kota yang terkepung. Ledakan sebelum fajar di Kyiv memicu hari kedua kekerasan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menentang peringatan Barat untuk melancarkan invasi darat skala penuh dan serangan udara pada Kamis yang dengan cepat merenggut puluhan nyawa dan membuat sedikitnya 100.000 orang mengungsi. (Photo by Daniel LEAL / AFP) 

Video tersebut menunjukkan lokasi ledakan, dan puing-puing di tanah di mana gedung Administrasi Negara Daerah Kharkiv pernah berdiri.

Zelensky menyebut serangan terhadap Kharkiv sebagai 'kejahatan perang'

Dilansir Independent, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengutuk serangan Rusia di kota Kharkiv, menyebutnya sebagai "kejahatan perang".

Berbicara dalam sebuah video yang diposting di media sosial, Zelenskyy mengatakan bahwa dalam 5 hari, pasukan Rusia telah meluncurkan 56 serangan rudal dan 113 rudal jelajah di Ukraina.

Dia berkata: "Hari ini, pasukan Rusia secara brutal menembaki Kharkiv dari artileri jet. Itu jelas kejahatan perang."

" Kharkiv adalah kota yang damai, ada daerah pemukiman yang damai, tidak ada fasilitas militer."

"Puluhan saksi mata membuktikan bahwa ini bukan satu tembakan palsu, tetapi penghancuran orang yang disengaja."

" Rusia tahu di mana mereka menembak."

"Pasti akan ada pengadilan internasional untuk kejahatan ini - ini merupakan pelanggaran terhadap semua konvensi."

"Tidak ada seorang pun di dunia yang akan memaafkan Anda karena membunuh orang-orang Ukraina yang damai," katanya.

Baca juga: Soroti Banjir di Tamiang, Haji Uma Minta Pemerintah Atasi Tanggul dan Penebangan Hutan

Baca juga: Buku Membenahi Pidie dari Gle, Blang, Laot Diterbitkan

Baca juga: Ratusan PNS dan Warga Bireuen Larut Dalam Zikir Bersama Memperingati Isra Mikraj

Tribunnews.com: UPDATE Invasi Rusia di Ukraina: Serangan Udara Hantam Kharkiv, Konvoi Tank Sepanjang 64 km ke Kiev

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved