Rabu, 29 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Pantas Saja Putin Tenang saat Menginvasi Ukraina, Ternyata China Menjamin Hal-hal Ini untuk Rusia

Kerja sama semacam ini pada saat seperti itu tidak diragukan lagi, merupakan ekspresi komitmen dan dukungan China terhadap Putin.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Alexei Druzhinin / Sputnik / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden China Xi Jinping berfoto selama pertemuan mereka di Beijing, pada 4 Februari 2022. 

Pantas Saja Putin Tenang saat Menginvasi Ukraina, Ternyata China Menjamin Hal-hal Ini untuk Rusia

SERAMBINEWS.COM, BEIJING – Pada Kamis (24/2/2022) pagi hari, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militer Rusia untuk melancarkan invasi menyeluruh ke Ukraina.

Keputusan tanpa ragu itu setelah  Vladimir Putin bersama Presiden China, Xi Jinping menandatangi sejumlah perjanjian sebelum Rusia menginvasi Ukarina.

Ternyata, Rusia telah memikirkan konsekuensi saat menginvasi Ukraina .

Benar saja, pemerintah Barat segera mengumumkan babak baru sanksi terhadap Rusia, bahkan mereka tidak sama sekali membantu Ukraina dalam hal perperangan.

Baca juga: China Minta Warganya Tidak Tunjukkan Identitas Diri, Dikhawatirkan Jadi Target Warga Ukraina

Baca juga: Presiden Belarusia Tunjukkan Peta Pertempuran Baru, Moldova Menjadi Target Serangan Rusia Berikutnya

Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, pada 4 Februari 2022 atau tepat sebelum pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, pada 4 Februari 2022 atau tepat sebelum pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2022. (Alexei Druzhinin / Sputnik / AFP)

Tepat sebelum pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, Xi Jinping dan Vladimir Putin bertemu.

Kedua belah pihak menandatangani 15 perjanjian kerja sama yang signifikan, yang mencakup berbagai bidang geopolitik dan perdagangan. 

Dilansir dari The Diplomat, pada hari invasi Rusia ke Ukraina, China mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan impor gandum dari Rusia. 

Kerja sama semacam ini pada saat seperti itu tidak diragukan lagi, merupakan ekspresi komitmen dan dukungan China terhadap Putin.

Tentu saja ini meningkatkan dan kepercayaan Putin dalam agresinya terhadap Ukraina dan kemampuan Rusia yang tenang saat dijatuhkan sanksi ekonomi oleh Barat.

Ketika konflik militer meningkat dan sanksi ekonomi terhadap Rusia mulai berlaku, Xi Jinping tidak secara langsung mendukung invasi Rusia.

Baca juga: Selamat Datang di Perang Dingin 2.0, Ini Tidak Akan Mudah, Rusia dan China Akan Ambil Peran

Baca juga: Menteri Pertahanan Rusia Tegaskan Serangan ke Ukraina Sampai Pemerintahan Digulingkan

Karena hal itu masih merupakan rencananya yang direncanakan untuk mempertahankan kemitraan China dengan Rusia dan diam-diam memberikan bantuan ekonomi untuk Rusia. 

Bagaimana tidak, China telah menjadi mitra dagang terbesar Rusia selama 12 tahun berturut-turut dan Rusia adalah pengekspor energi terbesar China. 

Ketika negara-negara Barat mengumumkan sanksi terhadap Rusia, Beijing mengatakan bahwa tindakan seperti itu “tidak pernah menjadi cara yang mendasar dan efektif untuk memecahkan masalah.”

Ini tidak diragukan lagi bahwa Rusia tentu saja tidak akan mengalami kesengsaraan ekonomi karena China dan Xi Jinping berada bersama Rusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved