Breaking News:

Kajian Islam

Istri Mencari Nafkah dan Suami Pengangguran, Buya Yahya : Hendaknya Suami Harus Gantikan Peran Istri

Apa yang harus dilakukan seorang suami apabila ia tidak bekerja alias seorang pengangguran? Simak penjelasan Buya Yahya berikut ini.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
YOUTUBE/AL-BAHJAH TV
Buya Yahya 

SERAMBINEWS.COM - Apa yang harus dilakukan seorang suami apabila ia tidak bekerja alias seorang pengangguran? Simak penjelasan Buya Yahya berikut ini.

Dalam rumah tangga, seorang suami memiliki peran penting, tidak hanya membimbing istri tetapi juga menafkahi istri.

Sehingga, di pundak seorang suami terdapat kewajiban untuk menafkahi istrinya baik itu secara lahir maupun batin.

Namun, apabila seorang suami tidak bisa memberikan nafkah secara lahir untuk istrinya, hendaknya seorang suami bisa menggantikan peran istri.

Hal tersebut disampaikan oleh pendakwah Buya Yahya dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV seperti dilansir Serambinews.com pada Kamis (5/3/2022), Buya Yahya menjelaskan, bahwasanya kewajiban seorang suami adalah mencari nafkah untuk istrinya.

Namun, apabila tidak bisa mendapatkan nafkah setelah mencarinya, maka seorang suami terbebas dari dosa tidak mencari nafkah.

Baca juga: Hati-Hati! Dosa Besar Bermain Game dalam Islam, Bisa Haram? Begini Penjelasan Buya Yahya

Karena, kewajiban untuk mencari nafkah oleh seorang suami sudah ditunaikan, walaupun belum mendapatkannya.

"Kalau memang anda sebagai seorang suami berusaha untuk mencari nafkah, tetapi nggak bisa, berusaha dulu dong, sebab kewajiban seorang suami mencari nafkah, bukan mendatangkannya," kata Buya Yahya.

Apabila sang suami telah berusaha maksimal untuk mencari nafkah dan pekerjaan, namun tak kunjung dapat, maka sang suami tidak berdosa.

"Mencari kalau ternyata nggak dapat nggak dosa, orang sudah berusaha kok, sampai istrinya meninggal karena dia nggak bisa cari nafkah, nggak berdosa karena dia sudah berusaha mencari nafkah," sambung Buya.

Ada beberapa hal yang sangat disayangkan apabila sang suami pengangguran dan istrinya dituntut bekerja, yakni ketika sang suami menekan dan menuntut istrinya dari segi nafkah sementara ia hanya bersantai di rumah.

"Yang repot ongkang-ongkang ituloh yang kurang ajar, sudah begitu nekan istrinya, ini laki-laki model apa begini," sambung Buya.

Baca juga: Sandal Tertukar di Masjid, Bolehkah Pakai Sandal Milik Orang Lain? Begini Jawaban Buya Yahya

Oleh karena itu, apabila peran suami dalam mencari nafkah digantikan oleh istrinya, setidaknya seorang suami meminta maaf dan membantu istri dalam menyelesaikan setiap pekerjaan rumah.

"Paling tidak ganti dong dengan kata maaf. Oke kebetulan istri bisa bekerja atau pegawai negeri seperti itu, di rumah sang suami yuk rapikan rumah, bersih-bersih rumah, gantian seolah-olah begitu," saran Buya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved