Internasional
Ukraina Minta Pemilik Drone Pantau Tentara Rusia dan Penerbang Sipil Dapat Jadi Pilot Tempur
Militer Ukraina minta para pemilik drone atau pesawat tak berawak memantau pergerakan pasukan Rusia. Bagi penerbang sipil yang berpengalaman, dapat
SERAMBINEWS.COM, KIEV - Militer Ukraina minta para pemilik drone atau pesawat tak berawak memantau pergerakan pasukan Rusia.
Bagi penerbang sipil yang berpengalaman, dapat menjadi pilot tempur untuk menghadang invansi Rusia.
Militer Ukraina telah mulai meminta pilot pesawat tak berawak sipil untuk membantu pengawasan dalam upaya mengusir invasi Rusia.
Para pemimpin angkatan bersenjata juga meminta penggemar untuk menyumbangkan pesawat.
Bahkan, jika sebagai penerbang berpengalaman, maka dapat menjadi sukarelawan sebagai pilot tempur, seperti dilansir AP, Sabtu (5/3/2022).
Sedangkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akan berbicara dengan para senator AS melalui panggilan konferensi video pada Sabtu (5/3/2022). pagi.
Baca juga: Tentara Rusia Kuasai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Ukraina, Usai DIserang dan Terbakar Hebat
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan pasukan Rusia telah menggunakan bom klaster.
Organisasi tersebut telah "melihat laporan penggunaan senjata jenis lain yang melanggar hukum internasional/
Dia menyebutnya sebagai serangan tidak manusiawi oleh tentara Rusia.
Selain itu, seorang mayor jenderal Rusia tewas dalam pertempuran di Ukraina.
Itu menjadi pukulan keras bagi Kremlin dan kejadian langka bagi seorang pejabat militer senior.
Mayor Jenderal Andrei Sukhovetsky, komandan jenderal Divisi Lintas Udara ke-7 Rusia, tewas awal pekan ini.
Baca juga: Banyak Perempuan Ukraina Angkat Senjata Melawan Rusia: Kami Tak Takut Mati, Hanya Takut Jadi Budak
Kematian itu menjadi hal yang langka di zaman modern.
Sejak akhir Perang Vietnam, hanya satu jenderal AS yang tewas di zona pertempuran.
Mayor Jenderal Harold Greenemeninggal di Afghanistan pada tahun 2015.(*)