Breaking News:

Serambi Awards 2022

Nova Berbagi Cerita Tentang Konektivitas Antarwilayah

MASIH dalam acara malam anugerah Serambi Awards 2022, Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga berbagi cerita tentang perkembangan pembangunan

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/HENDRI
Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, saat menyampaikan sambutan pada Malam Anugerah Serambi Awards 2022 yang berlangsung di Meuligo Gubernur Aceh, Jumat (11/3/2022). 

MASIH dalam acara malam anugerah Serambi Awards 2022, Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga berbagi cerita tentang perkembangan pembangunan sejumlah jalan ruas di Aceh, dimana program ini menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Aceh.

Menurut Nova, jalan menjadi tolak ukur terbukanya jalur ekonomi dan akses masyarakat terhadap kesejahteraan.

"Karena itu, pembukaan ruas jalan baru akan terus kita perkuat agar tidak ada lagi desa di Aceh yang masuk kategori desa tertinggal," ungkap Nova.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Nova menyebutkan Aceh termasuk provinsi dengan kawasan yang cukup luas.

Ruas jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues, yang termasuk dalam segmen l proyek multiyears dari Simpang Gampong Beusa (Simpang masuk dari Jalan Nasional) sampai dengan Kecamatan Peunaron, Aceh Timur, sudah mulai dikerjakan sejak pertengahan Desember 2021 lalu.
Ruas jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues, yang termasuk dalam segmen l proyek multiyears dari Simpang Gampong Beusa (Simpang masuk dari Jalan Nasional) sampai dengan Kecamatan Peunaron, Aceh Timur, sudah mulai dikerjakan sejak pertengahan Desember 2021 lalu. (SERAMBINEWS/dok foto warga)

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, Aceh memiliki luas sekitar 58 ribu Km⊃2; dengan jumlah penduduk 5,3 juta jiwa yang tersebar di 18 kabupaten dan 5 kota.

Sedangkan total jalan yang dapat diakses masyarakat Aceh mencapai 23.650 km.

Dari semua jalan itu, yang terbesar adalah porsi jalan kabupaten/kota yang mencapai 19.766 Km (atau 84 persen dari total semua jalan di Aceh).

Sementara jalan provinsi hanya sepanjang 1.781 Km (atau sekitar 7 persen).

Baca juga: Warga Gelar Aksi Protes Debu pada Proyek Multiyear di Bener Meriah

Baca juga: Pemerintah Aceh Tandatangani Kontrak Proyek APBA Senilai Rp 1 Triliun

Selebihnya, sekitar 8 persen atau sepanjang 2.102 km merupakan jalan nasional.

Gubernur Nova mengungkapkan bahwa sampai tahun 2019, ternyata belum semua daerah di Aceh terkoneksi satu dengan yang lain.

Masih ada sejumlah wilayah yang masih terisolir, khususnya yang berlokasi di pedalaman.

"Karena itu, salah satu prioritas pembangunan yang dijalankan Pemerintah Aceh adalah meningkatkan kondisi jalan agar akses antar wilayah semakin cepat," tegas Gubernur Nova.

Sejak tahun 2020, lanjutnya, Pemerintah Aceh telah mencanangkan pembangunan 11 ruas jalan provinsi dengan jumlah anggaran mencapai Rp 2,4 triliun melalui skema kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC).

Jalan tersebut, antara lain jalan tembus dari Aceh Timur, Gayo Lues ke Aceh Barat Daya, meliputi; jalan Peureulak-Lokop-batas Gayo Lues, batas Aceh Timur-Pining-Blangkejeren, Blangkejeren-Tongra-Batas Aceh Barat Daya, dan jalan batas Gayo Lues-Babahrot Aceh Barat Daya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved