Jumat, 24 April 2026

Kupi Beungoh

Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (XI) - Teater Perang Ukraina, Islam vs Islam

Divisi ketiga adalah divisi Crimea, yang merupakan muslim dari wilayah Crimea yang telah direbut oleh Rusia pada tahun 20 14.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Prof. Dr. Ahmad Human Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Suku Tatar di Crimea adalah Islam Sunni semenjak abad ke 13, ketika ditaklukkan oleh Panglima Perang muslim Mongol, Batu Khan, cucu Jengis Khan.

Wilayah Batu Khan terbentang dari Afghanistan sampai ke Turki dan ia mengalahkan dan menguasai Rusia pada abad ke 13.

Kecuali divisi Crimea, dua divisi - Mansur Shah, dan Duyadev, terdahulu adalah  bagian pejuang Chechnya, yang masih terus berjuang melawan pendudukan Rusia di Chechnya sampai hari ini.

Mereka berangkat secara suka rela dari Chechnya ke Ukraina untuk memerangi musuh mereka, pasukan Putin dari Rusia.

Sebagian kecil dari mereka adalah pejuang muslim dari Georgia dan Belarus yang simpati dengan perjuangan Chechnya, dan kini berpeluang menuntut balas terhadap Rusia.

Bagi muslim Chechnya secara keseluruhan ini adalah sebuah tragedi besar.

Bagaimana mungkin para pejuang muslim Chechnya yang dahulunya adalah pengikut setia Ahmad Kaydirov- ayah Ramzan Kaydirov, kini berhadapan dengan anaknya yang berada di sebelah Rusia.

Ahmad Kaydirov, adalah pejuang tangguh Chechnya yang kemudian membelot dan pro-Rusia setelah agresi Putin ke 2 yang membuat ibu kota Grozny rata dengan tanah, dengan korban rakyat sipil luar biasa.

Oleh Putin kemudian ia dijadikan pemimpin pertama Chechnya.

Setelah dua kali pergantian dalam masa dua tahun, Ramzan Kaydirov kemudian diangkat oleh Putin pada tahun 2007, menjadi pemimpin resmi Republik Chechnya sebagai bagian dari Republik Rusia Serikat.

Dia terpilih lagi pada tahun 2011, dan ia kemudian melanjutkannya sampai sekarang.

Adakah kelompok Islam lain yang berperang untuk kedua pihak dalam perang Ukraina?

Jawabannya ada, dan siapa mereka?

Keterlibatan Rusia dalam perang di Suriah juga membawa keuntungan besar bagi Putin.

Komunikasi Putin dengan Presiden Suriah Bashir Assad, telah memberikan peluang kepada tentara Suriah untuk bergabung dengan tentara Rusia dalam perang Ukraina.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved