Internasional
Presiden Ukraina Tuduh Rusia Buat Warganya Kelaparan, Minta Putin Bertemu Langsung Dirinya
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Sabtu (19/3/2022) menuduh Rusia berusaha membuat warganya kelaparan agar dirinya menyerah.
“Kami sudah lama tidak memiliki persatuan seperti ini,” kata Putin kepada kerumunan yang bersorak-sorai.
Dia naik ke atas panggung di mana sebuah tanda bertuliskan "Untuk dunia tanpa Nazisme."
Dia mencerca musuh-musuhnya di Ukraina dengan klaim tak berdasar, mereka adalah "neo-Nazi" dan bersikeras tindakannya diperlukan untuk mencegah "genosida."
Sebuah ide yang datar. ditolak oleh para pemimpin di seluruh dunia, terutama Amerika Serikat.
Unjuk rasa itu terjadi ketika Rusia menghadapi kerugian yang lebih besar dari perkiraan sebelumna di medan perang.
Pemerintahan Rusia juga semakin otoriter di dalam negeri.
Ada kecurigaan acara tersebut sebagai pameran kebanggaan nasional yang dibuat oleh Kremlin.
Baca juga: Joe Biden Tolak Permintaan Presiden Ukraina, Konflik NATO dengan Rusia Akan Jadi Perang Dunia III
Khususnya setelah invasi, Kremlin menekan lebih keras pada perbedaan pendapat dan arus informasi, melarang situs-situs seperti Facebook dan Twitter.
Bahkan, menerapkan hukuman penjara yang berat untuk apa yang dianggap sebagai pelaporan palsu tentang perang, yang dirujuk oleh Moskow. sebagai “operasi militer khusus.”
Polisi Rusia telah menahan ribuan pengunjuk rasa antiperang Ukraina.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/2003presiden-ukraina-volodymyr-zelenskyy.jpg)