Berita Banda Aceh
Kunjungi Timur Indonesia Tuntaskan Stunting, Jokowi Buat Senyum Anak di Timor Tengah Selatan Merekah
Kisah kerja kolaboratif bersama, membangun kepedulian bersama dari semua kalangan di Timor Tengah Selatan dalam percepatan penurunan stunting suatu...
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Kisah kerja kolaboratif bersama, membangun kepedulian bersama dari semua kalangan di Timor Tengah Selatan dalam percepatan penurunan stunting suatu saat akan menjadi cerita yang akan diingat generasi mendatang.
Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, SOE – Presiden Joko Widodo berencana akan melakukan kunjungan kerja ke Soe, ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan di Nusa Tenggara Timur pada, Kamis (24/3/2022).
Kunjungan itu menunjukkan kepedulian dan komitmen dari Presiden dan Pemerintah Pusat akan pengentasan persoalan stunting.
Apalagi NTT merupakan provinsi dengan kawasan ‘merah’ stunting terbanyak.
Sedangkan Kabupaten Timor Tengah Selatan menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, stunting mencapai 48,3 persen, paling tinggi di Nusa Tenggara Timur.
“Bagi Presiden Jokowi, NTT selalu ada di hati dan BKKBN memastikan amanah dari Presiden untuk akselarasi penurunan stunting tetap dalam jalur yang tepat,” Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. (H.C). dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG. (K) dalam pesan tertulis kepada media.
Cerita dari timur Indonesia selalu menarik.
Baca juga: Masuk 12 Provinsi Angka Stunting Tertinggi, BKKBN Sosialisasi Rencana Aksi Pencegahan di Aceh
Karena selalu ada sapa “selamat pagi” dari para pelajar sekolah di Soe, jika kita berpapasan dengan mereka di pagi hari.
Ramah dan menyungging senyum di antara deretan gigi putihnya.
Mereka berjalan menyusuri jalanan lengang di Soe dengan melintas pekarangan rumah yang penuh dengan tanaman sayur menuju sekolahnya masing-masing.
Jika dilihat secara kasat mata, kerap dijumpai pelajar yang memiliki tinggi badan yang tidak sesuai dengan umur mereka.
Kota Soe, seperti halnya daerah-daerah lain di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Nusa Tenggara Timur lainnya memiliki prevalensi stunting yang tinggi.
Bahkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 mencapai 48,3 persen, paling tinggi di Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: BKKBN Aceh-Kemenag Berkoordinasi Turunkan Stunting Lewat Catin
Dipilihnya Timor Tengah Selatan pada khususnya dan Nusa Tenggara Timur pada umumnya dalam kunjungan Presiden Joko Widodo kali ini, memperlihatkan “perhatian penuh” untuk penanganan persoalan angka stunting yang tinggi.