Ramadhan 1443 Hijriah

Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadhan pada Sabtu 2 April 2022, Bagaimana Penghitungannya?

Kementerian Agama di Arab Saudi menetapkan awal puasa Ramadhan 1443 Hijriyah atau 2022 Masehi akan dimulai pada Sabtu 2 April waktu setempat.

Penulis: Faisal Zamzami | Editor: Faisal Zamzami
Foto: Saudi Press Agency
Shalat Subuh berjamaah pertama tanpa jaga jarak di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Minggu (6/3/2022). - Arab Saudi cabut aturan karantina dan tes PCR, bagaimana kebijakan haji dan umrah bagi WNI? Ini penjelasan Kemenag. 

SERAMBINEWS.COM - Kementerian Agama di Arab Saudi menetapkan awal puasa Ramadhan 1443 Hijriyah atau 2022 Masehi akan dimulai pada Sabtu 2 April waktu setempat.

Sebagaimana dilansir Arab News, penetapan tersebut muncul setelah Kementerian Agama Arab Saudi melihat hilal di beberapa lokasi pada Jumat (1/4) malam.

Ibrahimi Al-Jarwan, anggota Ilmu Astronomi dan Luar Angkasa Serikat Arab, juga mengumumkan puasa Ramadan untuk wilayah Arab Saudi jatuh pada Sabtu, 2 April 2022.

Al-Jarwan juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Astronomi Emirat.

Dalam pernyataannya, Al-Jarwan mengatakan sebagian besar negara-negara Arab dan negara yang penduduknya sebagian besar beragama Islam, akan memulai Ramadan pada tanggal tersebut.

Ramadan 2022 atau 1433 hijriyah di Arab Saudi, akan berlangsung selama 30 hari atau persisnya sampai awal Mei 2022.

Sehingga, Idul Fitri akan jatuh pada Senin, 2 Mei 2022.

Menurut laporan, ini merupakan kali pertama masyarakat di Arab Saudi akan menjalankan Ramadan tanpa aturan ketat pencegahan virus corona Covid-19. 

Hal ini memungkinkan jemaah untuk kembali ke masjid dengan kapasitas penuh tanpa pembatasan jarak sosial, setelah dua tahun pandemi Covid-19.

 

 Bagaimana Penghitungan Arab Saudi?

Secara tradisional, Ramadhan dimulai dengan penampakan bulan sabit, yang biasanya muncul satu malam setelah bulan baru.

Ini berarti tanggal mulai Ramadhan tidak dapat diprediksi secara tepat.

Ada beberapa perdebatan tentang penampakan bulan di tiap wilayah, karena dapat terhambat oleh faktor-faktor seperti kondisi cuaca.

Beberapa orang juga berpendapat bahwa kemajuan teknologi dalam astronomi berarti terbitnya bulan baru dapat dihitung dengan akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ini berarti bahwa tanggal mulai standar dapat digunakan untuk semua Muslim di seluruh dunia, dibanding tanggal yang bervariasi.

Tapi hal ini juga masih jadi perdebatan.

 

Arab Saudi telah memberi tahu warganya untuk melihat bulan sabit pada hari Jumat, 1 April 2022, saat penampakan hilal kemungkinan akan terlihat.

Kalau terlihat, Ramadhan 2022 pun akan dimulai pada Sabtu, 2 April.

 
Tapi Ramadhan bisa datang sehari kemudian atau Minggu, 3 April jika bulan tidak terlihat.

Ramadhan pun akan berlangsung antara 29 dan 30 hari, sampai penampakan bulan sabit berikutnya.

Penampakan menandai akhir bulan suci dan kedatangan Syawal, bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah Islam.

Setelah Ramadhan, Idul Fitri yang menandai akhir Ramadhan pun tiba.

Cara penentuan tanggalnya pun sama, dengan melihat penampakan hilal.

Baca juga: Menag Yaqut Cholil: Dari 101 Lokasi Pemantauan Hilal, Semuanya Tidak Melihat

Baca juga: Ini Penyebab Hilal tak Terlihat di Langit Aceh Hingga 1 Ramadhan 1443 Hijriah Jatuh Lusa 3 April

Pemerintah Indonesia Tetapkan 1 Ramadhan 1443 H Jatuh pada Minggu 3 April 2022

Pemerintah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1443 Hijriah yang menjadi penanda awal ibadah puasa jatuh pada Minggu, 3 April 2022

Penetapan 1 Ramadhan 1443 Hijriah merupakan hasil sidang isbat yang dilakukan Kementerian Agama bersama sejumlah organisasi masyarakat Islam pada Jumat (1/4/2022) sore.

Rapat sidang isbat dipimpin oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

"Secara mufakat 1 Ramadhan jatuh pada Ahad, 3 April 2022. In hasiil sidang isbat yang disepakati bersama," ujar Yaqut.

Kemenag menjelaskan, sidang isbat mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal.

Berdasarkan pantauan hilal di 101 titik, Yaqut menjelaskan tidak ada satu pun yang melihat hilal.

Dengan demikian, 1 Ramadhan ditetapkan jatuh pada Minggu, 3 April 2022.

Sidang isbat ini melibatkan peserta dari berbagai lembaga, seperti Tim Unifikasi Kalender__ Hijriah Kementerian Agama, duta besar negara sahabat, dan perwakilan ormas Islam.

Selain itu, sidang ini juga melibatkan perwakilan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan sebagainya.

  
Sidang ini mengundang juga pimpinan MUI dan Komisi VIII DPR RI.

 

Sidang isbat untuk menentukan awal puasa Ramadhan 2022 ini dilakukan dalam tiga tahap.

Tahap sidang isbat yang pertama, yakni pemaparan posisi hilal awal Ramadhan 1443 Hijriah berdasarkan hasil hisab (perhitungan astronomi).

 

Kemudian, tahap sidang isbat yang kedua adalah rukyatul hilal (konfirmasi posisi hilal) yang dilakukan Tim Kemenag pada 78 lokasi di seluruh Indonesia.

Tahap ini dilakukan secara tertutup dan dilaksanakan setelah shalat maghrib.

Tahap sidang isbat terakhir adalah pemaparan hasil sidang isbat yang diselenggarakan secara terbuka. (Serambinews.com)

Baca juga: Pembicaraan Damai Yaman Fokuskan Bantuan Kemanusiaan, Korban Terluka dan Penghalang Antar Kota

Baca juga: Ini Doa Menyambut Ramadhan Diamalkan Nabi Muhammad SAW, Bermohon Kekuatan Iman dan Kesehatan

Baca juga: Doni Salmanan Bakal Lewati Ramadan di Tahanan, Minta Istri Banyak Ibadah

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved