Breaking News:

Ramadhan

Teks Naskah Ceramah Ramadhan Dalam Rangka Safari Ramadhan 1443 H

MARI MENJAGA KEBERSIHAN DIRI, LINGKUNGAN DAN PENTINGNYA PERSATUAN SERTA WASPADAI PENYEBARAN OMICRON

Editor: IKL
Serambinews.com

Sebagai bukti komitmen Pemerintah Aceh untuk melindungi masyarakat Aceh agar tidak terinfeksi oleh virus Covid-19, telah dilakukan beberapa program berikut:

a. Gerakan Masker Aceh (GEMA)

b. Gerakan Masker Sekolah (GEMAS)

c. Gerakan Nakes Cegah Covid-19 (GENCAR)

d. Gerakan Edukasi Vaksinasi Covid-19 (GESID)

e. Kegiatan Vaksinasi Siswa/i Sekolah/Madrasah

Selain upaya yang telah dilakukan di atas, Pemerintah Aceh juga mulai menggencarkan vaksinasi tahap 3 (Booster) kepada masyarakat Aceh terutama kepada Petugas Kesehatan, Petugas Pelayanan Publik dan Calon Jamaah Haji Tahun 2022.

Semua upaya yang dilakukan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari bahaya wabah covid-19 tentu tidak akan sempurna jika tidak didukung oleh masyarakat Aceh. Saat ini sudah mulai terbukti bahwa kasus covid-19 sudah semakin menurun dan yang terkonfirmasi pun gejalanya cenderung ringan.

Data dari satgas covid-19 menunjukkan bahwa pasien covid-19 yang meninggal dunia umumnya belum melakukan vaksinasi.

Hadirin Sidang Jama’ah Isya dan Tarawih yang dirahmati Allah,

Pelajaran berharga lain yang diberikan oleh Bulan Ramadhan kepada manusia adalah bagaimana bersikap jujur dan menjauhi ghibah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta (hoax) dan melakukan suatu tindakan atas dasar dusta tersebut, maka Allah tidak memerlukan kepada puasanya...” (HR. Bukhari no. 1903).

Dalam hadits tersebut dengan begitu jelas Rasul menggambarkan bahwa tujuan dari puasa, yaitu keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah jauh lebih bermakna daripada pekerjaan berpuasa itu sendiri. Jika seseorang berdusta maka pekerjaan menahan lapar dan dahaga menjadi sia-sia. Dalam hadis ini, kekejian yang ditimbulkan oleh dusta bukan hanya dinisbahkan kepada pembuat dusta, tapi juga kepada orang-orang yang melakukan berbagai tindakan lain atas dasar dusta yang didengarnya tersebut. Dalam keseharian kita, ini kita kenal dengan istilah Hoax.

Untuk menciptakan masyarakat Aceh yang tangguh, sehat jasmani dan rohani, perlu membentengi diri dari pengaruh hoax. Puasa seharusnya dapat menjadi momen pembelajaran bagaimana hal itu dapat kita wujudkan.

Rasulullah menjelaskan dalam sebuah hadis qudsiy: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, setiap amal anak Adam adalah untuknya sendiri kecuali puasa. Puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor, jangan pula berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci dan mengajak berkelahi maka katakanlah, ’Saya sedang berpuasa’.” (HR. Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved