Sabtu, 25 April 2026

Internasional

Arab dan Turki Kutuk Pembakaran Alquran, Indonesia dan Malaysia Mengecam

Pembakaran Alquran di Swedia oleh Rasmus Paludan, pemimpin Partai Stram Kurs (garis keras) negara itu mengundang reaksi dari negara-negara Islam

Editor: bakri
AFP/STEFAN JERREVANG/SWEDEN OUT
Pengunjuk rasa membakar barikade di pintu masuk ke pusat perbelanjaan saat kerusuhan di Norrkoping, Swedia, pada Minggu (17/4/2022). Aksi itu sebagai bentuk protes terhadap pembakaran Alquran oleh Rasmus Paludan, pemimpin Partai Stram Kurs (garis keras) di negara tersebut tiga hari sebelumnya. 

RIYADH - Pembakaran Alquran di Swedia oleh Rasmus Paludan, pemimpin Partai Stram Kurs (garis keras) negara itu mengundang reaksi dari negara-negara Islam.

Arab Saudi dan Turki mengutuk aksi Paludan, sementara Indonesia dan Malaysia mengecam aksi penistaan kitab suci umat Islam tersebut oleh pelaku yang juga berprofesi sebagai pengacara.

Seperti diberitakan kemarin, Paludan yang berasal dari Denmark dan memegang kewarganegaraan Swedia itu membakar Alquran di daerah berpenduduk muslim di Swedia pada Kamis (14/4/2022).

Saat melakukan aksinya, Paludan yang didampingi polisi mendatangi ruang publik terbuka di Kota Linkoping dan kemudian meletakkan Alquran.

Setelah itu, ia membakarnya sambil mengabaikan protes dari massa yang berjumlah sekitar 200 orang.

Massa tidak terima dan mendesak polisi untuk tidak membiarkan Paludan melakukan tindakannya.

Setelah polisi mengabaikan seruan tersebut, insiden pecah dan kelompok massa tersebut menutup jalan serta melempari polisi dengan batu.

Hingga Sabtu (16/4/2022), kerusuhan akibat provokasi yang dilakukan kelompok anti-Islam tersebut masih terjadi.

Baca juga: Polisi Abaikan Seruan Massa Untuk Hentikan Pembakaran Alquran, Kerusuhan Pecah di Swedia Selatan

Baca juga: Rekam Jejak Rasmus Paludan, Politikus Kontroversial Swedia yang Bakar Al-Quran, Pernah Dipenjara

Arab Saudi menyampaikan kutukan dan kecaman atas penyalahgunaan yang disengaja oleh pelaku terhadap Alquran.

Aksi itu juga dinilai sebagai bentuk provokasi dan hasutan terhadap muslim yang dilakukan oleh kaum ekstremis di Swedia tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi menekankan pentingnya upaya bersama menyebarkan nilai-nilai dialog.

Arab Saudi juga sudah menekankan perlunya menyebarkan toleransi, koeksistensi, meninggalkan kebencian, ekstremisme dan pengucilan, serta mencegah penyalahgunaan semua agama dan tempat suci.

Turki juga mengutuk keras pembakaran Alquran oleh Paludan.

"Kami mengutuk keras provokasi mengerikan yang dilakukan oleh seorang politisi Islamofobia dan rasis serta pengikutnya," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan resminya pada Sabtu (29/8/2022) waktu setempat.

Rekaman aksi pembakaran itu langsung memicu reaksi kelompok anti-rasis di Malmo.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved