Luar Negeri

Orang Mati Tak Bisa Beristirahat dengan Tenang di Pakistan, Kerap Dihantui Mafia Penggali Kubur

Mafia penggali kuburan akan menghancurkan kuburan lama untuk memberi ruang bagi jenazah baru, dengan membayar harga sesuai kesepakatan.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
ASIF HASSAN / AFP
Penggali kubur Khalil Ahmed bersiap untuk membuat kuburan baru di kuburan Tariq Road di Karachi, Pakistan. 

Tetapi para penggali kubur lepas itu mengambil keuntungan dari dinamika penduduk Pakistan yang terus berubah.

Pakistan adalah negara terpadat kelima di dunia dengan 220 juta warga dan lebih dari empat juta bertambah setiap tahun.

Seiring bertambahnya populasi, begitu pula migrasi orang dari pedesaan ke kota, mencari pekerjaan untuk keluar dari kemiskinan.

Muhammad Aslam telah menyaksikan mafia penggali kubur berkembang pesat saat populasi Karachi berkembang pesat.

Baca juga: Viral Kuburan Upin dan Ipin, Animasinya Berdasarkan Kisah Nyata? Simak Penjelasan Penulis Ceritanya

Pria berusia 72 tahun itu mengatakan kuburan PECHS adalah tempat sepi ketika dia pindah ke sebelahnya pada tahun 1953.

Tetapi ruang menyusut dengan cepat karena harga pemakaman naik untuk 14 anggota keluarga yang dikebumikan selama bertahun-tahun.

Pada tahun 1967, keluarga Aslam membayar Rs 50 (Rp 10.000) untuk menguburkan kakeknya, tetapi seorang kerabat yang dikuburkan di tangan mafia pada tahun 2020 menelan biaya Rs33.000 (Rp 6,2 juta).

“Masalah dasarnya adalah infrastruktur tidak mencukupi,” kata Ali Hassan Sajid, juru bicara Karachi Metropolitan Corporation (KMC).

KMC mengelola 39 dari sekitar 250 kuburan di seluruh kota.

Dia secara terbuka mengakui keberadaan mafia penggali kubur yang melakukan penguburan di tempat tertutup dan mengklaim upaya untuk menangkap mereka sedang digalakan

Para mafia juga dilaporkan berkembang di kota Rawalpindi, Peshawar dan Lahore.

Baca juga: Kuburan Umum di Tangse Pidie Hancur Tergerus Erosi Hingga Tampak Kain Kafan, Tiga Makam Dipindahkan 

Sebuah kenangan yang hilang

Sajid mengatakan keluarga yang ingin mengubur kerabat bersama mendiang mereka harus menawarkan harga tinggi ke mafia.

Ahmed si penggali kubur mengatakan bahwa dia menyediakan layanan penting di kota.

Sementara beberapa penduduk setempat melihat praktik ini sebagai bagian dari tatanan kehidupan yang salah di kota yang padat.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved