Luar Negeri
Orang Mati Tak Bisa Beristirahat dengan Tenang di Pakistan, Kerap Dihantui Mafia Penggali Kubur
Mafia penggali kuburan akan menghancurkan kuburan lama untuk memberi ruang bagi jenazah baru, dengan membayar harga sesuai kesepakatan.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Ayah Muhammad Abdullah Saif dimakamkan di pemakaman PECHS beberapa dekade lalu.
Hari ini, makam tersebut telah hancur.Para mafia umumnya memilih kuburan yang tidak terawat untuk dibongkar.
“Kami harus datang dan mengunjungi secara teratur atau kuburan akan dirobohkan,” kata pria berusia 32 tahun itu.
Sementara itu, Muzammil Asif harus melangkahi sejumlah kuburan untuk mencapai makam adik perempuannya yang dimakamkan pada tengah tahun lalu.
“Kuburan di sini dinodai ketika seseorang berjalan di atasnya,” keluh pria berusia 21 tahun itu.
Dan di areal pemakaman Korangi, Muhammad Munir mengalami kehilangan yang paling menyedihkan.
Setiap tahun, dia datang untuk berdoa di pemakaman tempat ayahnya dimakamkan.
Tapi kuburan itu sudah lama hilang, dihancurkan lebih dari 20 tahun yang lalu dan diganti dengan yang lain.
Pengganti itu juga hilang, dan diganti dengan yang baru.
Sekarang dia tidak yakin persis di mana ayahnya terbaring. "Ini menyakitkan," katanya.
“Kuburan adalah tanda terakhir dari dia,” sedih Munir. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)