Breaking News

Opini

Puasa dan Pendidikan Keluarga

“Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka orang tuanyalah yang menjadikan ia Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR.Bukhari Muslim)

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr AINAL MARDHIAH SAg MAg Dosen Tetap Prodi PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar Raniry 

Setiap aktivitas di bulan Ramadhan Allah hitung sebagai ibadah, Allah beri pahala berlipat ganda.

Baik dikerjakan berdiri, duduk, atau berbaring sesuai kemampuan dan keadaan masing-masing.

Satu bulan Ramadhan dijalani dengan penuh keimanan dan keikhlasan serta kecintaan akan menempa diri menjadi pribadi- pribadi yang bertaqwa.

Mendidik kecerdasan Dalam konteks keluarga, Ramadhan menjadi media mendidik empat kecerdasan pada anak.

Pertama, Ramadhan Mendidik Kecerdasan Spritual.

Puasa mendidik kecerdasan spritual (taat beragama) dengan cara orang tua membiasakan, memberikan contoh teladan kepada anak agar anak terbiasa melaksanakan puasa Ramadhan, menceritakan keutamaankeutamaan Ramadhan sehingga anak senang dan ikhlas melaksanakan puasa Ramadhan, mengajak anak-anak melaksanakan shalat wajib lima waktu, shalat tarawih, witir, tadarus, menghafal Alquran dan ibadah lainnya.

Kemudian orang tua dapat memberikan penghargaan atas apa yang telah dilakukan anak, baik dalam bentuk pujian atau membelikan makanan yang ia sukai untuk berbuka puasa, sehingga anak tambah bersemangat melaksanakan ibadah puasa.

Kedua, Puasa Mendidik Kecerdasan Sosial.

Mendidik kecerdasan sosial, dengan cara membiasakan anak membagikan makanan berbuka puasa kepada tetangga di waktu sore, mengantar makanan berbuka ke panti jompo, panti asuhan, ke tempat anak yatim, fakir miskin atau mengajak kawannya yang kurang mampu berbuka puasa bersama di rumah.

Hal tersebut dapat mendidik simpati (sikap peduli), selalu ikut merasakan kesusahan, kesulitan sesama muslim.

Sekaligus mendidik empati (turut merasakan apa yang mereka rasakan) dengan membantu apa saja yang kita miliki, baik secara materi, doa maupun bantuan lainnya.

Tidak diukur dari berapa besar materi atau pertolongan yang ingin kita berikan, namun diukur dari nilai bahagia, rasa cinta kepada saudara, dan keikhlasan kita ingin membantu saudara, sesama muslim.

Selain itu untuk menguatkan, orang tua dapat menjelaskan hikmah berpuasa kepada anak, agar anak bisa belajar prihatin, ikut merasakan keadaan orang yang kekurangan secara materi, dengan ikut berpuasa bersama di bulan Ramadhan.

Ketiga, Puasa Mendidik Kecerdasan Emosional.

Puasa mendidik kecerdasan emosional, dengan cara orang tua menjelaskan agar anak dapat belajar ikhlas, sabar atas lapar, haus dan lemah, atas kekurangan makanan berbuka puasa.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved