Opini
Puasa Melatih Eating Behavior
MOMENTUM puasa seharusnya bisa melatih pola makan (eating behavior) kita agar menjadi lebih baik sesuai dengan tuntutan Indeks Massa Tubuh
Selama satu bulan seseorang telah terbiasa dengan pola makan yang baik di bulan Ramadhan, apakah ini akan bisa dilakukan secara terus menerus? Tentunya kita akan menemukan dua jawaban yang berbeda, ada di antaranya yang menjawab bahwa akan mampu melakukannya, dan barang kali sebagian besar akan menjawab sulit untuk mempertahankan kebiasaan baik tersebut.
Semua tergantung pada pribadi masing-masing, meskipun seseorang telah tahu dan merasakan manfaatnya, namun tidak mudah meninggalkan kebiasaan buruk.
Tentunya ini menjadi tantangan terbesar dalam upaya mengubah perilaku.
Namun tantangan tersebut bisa kita hadapi dengan niat dan ikhtiar yang kuat melalui beberapa cara dalam memelihara pola makan yang baik.
Adapun di antaranya adalah dengan cara menimbang berat badan minimal dilakukan satu minggu sekali, dengan mengetahui kenaikan berat badan bisa menjadi motivasi untuk mengurangi makan dan memilih makanan yang kaya serat tanpa mengabaikan gizi yang terkandung didalamnya.
Dengan mengonsumsi makanan yang kaya serat seperti sayur- sayuran dan buah-buahan akan melancarkan pencernaan dan membuat badan semakin sehat.
Perubahan perilaku Gizi seimbang adalah susunan asupan makanan sehari- hari berdasarkan jenis dan jumlah zat gizinya disesuaikan dengan kebutuhan harian tubuh.
Menurut anjuran ahli gizi tentang pola makan yang sehat sebisa mungkin selalu konsumsi makanan dan bergizi seimbang.
Pilih makanan yang mengandung lemak sehat dan hindari lemak jenuh.
Perbanyak pula asupan serat, baik dari sayuran, buahbuahan, atau gandum utuh.
Batasi minuman dengan pemanis dan sebagai gantinya bisa minum susu atau jus buah segar, perbanyak minum air putih.
Salah satu cara untuk mengubah perilaku seseorang yang dapat dilakukan oleh ahli kesehatan masyarakat melalui upaya promotif.
Bulan puasa bisa menjadi momentum yang sangat tepat untuk melakukan edukasi kepada masyarakat dalam mengontrol pola makannya.
Hal ini disebabkan orang yang berpuasa telah dapat membandingkan kondisi fisiknya saat berpuasa dan tidak berpuasa, kondisi badan menjadi lebih nyaman ketika makanan terkontrol saat berpuasa.
Sehubungan dengan berbagai manfaat yang bisa kita dapat saat berpuasa, akan menambah keyakinan bagi seseorang untuk menerapkan perubahan perilaku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/GIDUL-SULIAWATI-Mahasiswa-Pasca-Sarjana-Magister-Kesehatan-Masyarakat-USK.jpg)