Opini

Puasa Melatih Eating Behavior

MOMENTUM puasa seharusnya bisa melatih pola makan (eating behavior) kita agar menjadi lebih baik sesuai dengan tuntutan Indeks Massa Tubuh

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
GIDUL SULIAWATI, Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat USK 

OLEH GIDUL SULIAWATI, Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat USK

MOMENTUM puasa seharusnya bisa melatih pola makan (eating behavior) kita agar menjadi lebih baik sesuai dengan tuntutan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Secara sederhana IMT merupakan suatu ukuran untuk mengetahui status gizi seseorang yang didapatkan dari perbandingan berat dan tinggi badan.

Untuk melakukan perhitungan IMT dapat dilakukan dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan tinggi badan (dalam meter kuadrat).

IMT dalam keadaan normal atau sehat berada pada nilai rujukan antara 18.5 sampai dengan 22.9.

Dengan IMT yang ideal tentunya akan membuat seseorang menjadi lebih prima dan percaya diri dan yang pastinya lebih sehat.

Namun ironisnya mayoritas orang mengabaikan IMT yang ideal hanya karena menginginkan makan yang enak, yang menyebabkan saraf hipotalamusnya kesulitan dalam mengendalikan rasa haus dan lapar.

Sulitnya mengontrol makan dan ditambah lagi malas gerak atau“mager” istilah anak zaman now, akan berpotensi terjadinya berat badan lebih (overweight).

Baca juga: Masih Suka Makan Pedas saat Sahur dan Berbuka Puasa? Ternyata Ini Bahaya dan Cara Meminimalisasinya

Baca juga: Buka Puasa Pakai Gorengan? Ini 3 Tips Sehat Makan Gorengan, Pastikan Minyak Jenis Ini yang Digunakan

Manfaat puasa Melalui sebuah jurnal yang dirilis di website ojs.serambimekkah.ac.id dijelaskan tentang manfaat puasa bagi kesehatan fisik dan mental.

Secara fisik dijelaskan dari berbagai penelitian berpuasa terbukti memberi kesempatan beristirahat bagi organ pencernaan, termasuk sistem enzim maupun hormon.

Dalam keadaan tidak berpuasa, sistem pencernaan terus aktif mencerna makanan hingga tak sempat beristirahat.

Sehingga ampas yang tersisa menumpuk dan bisa menjadi racun bagi tubuh.

Dalam jurnal tersebut juga dijelaskan bahwa puasa juga dapat menjadi sarana latihan agar mampu mengendalikan diri, menyesuaikan diri, serta sabar terhadap dorongan-dorongan atau impuls- impuls agresivitas yang datang dari dalam diri.

Ini merupakan salah satu hikmah puasa di bidang kesehatan jiwa.

Sementara dalam artikel lain yang terdapat di situs halodoc.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved