Jurnalisme Warga
Ramadhan Produktif di Dayah Ummul Ayman
LIMA tahun sudah saya belajar di Dayah Ummul Ayman, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat
OLEH M. AL KAUTSAR, Santri Dayah Ummul Ayman, asal Desa Dayah Mon Ara dan Anggota Grup Menulis British Pena, melaporkan dari Samalanga
LIMA tahun sudah saya belajar di Dayah Ummul Ayman, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen.
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat.
Setelah Ramadhan nanti, saya akan menduduki kelas VI.
Seperti tahun-tahun sebelumnya juga, di bulan Ramadhan ini kami, calon santri kelas VI, diwajibkan menetap di dayah.
Tujuannya adalah untuk mengikuti pelajaran sekaligus mengejar kurikulum pengajian.
Baiklah.
Pada reportase perdana ini, saya ingin berbagi aneka ragam kisah saat saya menjalankan ibadah bulan suci ini di Dayah Ummul Ayman.
Kami diwajibkan kembali ke dayah pada puasa kelima.
Baca juga: Polres Bireuen Gelar Vaksinasi di Dayah Ummul Ayman Samalanga, Ini Kata Waled Nu
Baca juga: Lulus Kuliah Ke Yaman, Santri Aceh Alumni Dayah Ummul Ayman Kesulitan Biaya Keberangkatan
Sesampai di dayah, saya lihat ternyata bukan hanya kami calon santri kelas VI saja yang bermukim di sini.
Adik-adik kelas dari kelas IV sampai I pun bahkan ada juga yang tinggal di dayah.
Sepertinya mereka ingin merasakan sensasi berpuasa i asrama ini juga.
Selama Ramadhan, kami calon santri kelas enam diwajibkan ikut program Ilmu Faraidh, Tahsin Al-Qur’an (memperbagus bacaan) serta menghafal 42 hadis dari kitab Matan Arbain.
Kami dibimbing langsung oleh wali kelas masingmasing.
Mengenai waktunya, kami belajar di tiga waktu, yakni di waktu duha belajar ilmu faraidh, setelah shalat zuhur belajar Tahsin Qur’an, dan setelah shalat Tarawih melanjutkan faradih serta menghafal hadis-hadis juga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kapolda-kunjungi-abu-mudi-dan-waled-nu-0711.jpg)