Selebriti

Maissy Deza Utami Polwan Aceh Jadi Pasukan PBB di Afrika

Maissy yang berdinas di Satuan Kimia Biologi Radioaktif (KBR) Pasukan Gegana Korbrimob Polri, itu sekarang menjadi salah seorang anggota pasukan

Editor: bakri
Dokumen pribadi
Briptu Maissy Deza Utami 

Mulai dari segi ekonomi, politik, dan sosial budaya masyarakat setempat," ungkap polwan kelahiran Lhokseumawe, 12 Mei 1998, tersebut.

Sebelum diberangkatkan ke Afrika, kata Maissy, ia dan teman-temannya diberi pembekalan oleh Divisi Hubungan Internasional atau Pre Deploy Training (DPT) di pusat pelatihan misi internasional Polri, Serpong, Tangerang Selatan.

"PDT terdiri atas tiga tahap.

Tahap pertama yaitu tahapan pengenanlan organisasi UN (United Nations atau PBB), sturktur UN, mandate UN yang akan di laksanakan, dan pendalaman bahasa Prancis,” jelas anak pertama dari empat bersaudara pasangan Ahmad Zaki SKep dan Yuslinar Rahma Dewi AmdKeb, ini.

Tahap 2, sambung Briptu Maissy, hanya diikuti oleh peleton berkemampuan khusus seperti SWAT (Special Weapon And Tactic) dan Peleton Support, serta Charlie yang di dalam nya terdapat personel yang memiliki kemampuan mekanik, kesehatan, dan bahasa.

“Tahap ketiga diikuti oleh semua personel Peacekeepers karena pada tahapan ini dibekali latihan Check Point, Tactical Progression, Escort, dan PHH (Penanggulangan Huru Hara) sesuai dengan standart UN," jelas Maissy.

Selesai melaksanakan PDT sekitar enam bulan, menurut Maissy, mereka selanjutnya melaksanakan pembulatan di Tegal Mas, Lampung, selama lima hari dan kemudian ditutup dengan upacara pembaretan yang menandakan bahwa mereka sudah sah menjadi anggota peackeepers.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Afrika, tepatnya di M'poko Internasional Airport, tambah Briptu Maissy, rasa syukur langsung terucap karena cita-cita yang ia impikan sudah terwujud.

"Saat menginjakkan kaki di Afrika, yang terucap pertama kali adalah syukur Alhamdulillah karena akhirnya cita-cita yang selama ini saya harapkan bisa tercapai.

Ada rasa enggak percaya dan haru setelah melewati proses PDT yang tak mudah tentunya," jelas dia.

Saat tiba di sana, sebut Briptu Maissy, yang langsung terlintas di benaknya adalah panasnya dataran Afrika Tengah.

"Yang dirasain pastinya panas yang luar biasa, langsung terlintas ya Allah ternyata panas sekali Afrika ini, hahahaha," tulis Maissy via pesan WA sambil tertawa mengingat momen tersebut.

Saol situasi Kota Bangui tempat ia bertugas, Maissy mengatakan relatif aman, namun unpredictable (tak terduga).

Karena itu, menurut Briptu Maissy Deza Utami, setiap anggota UN yang bertugas tetap harus berhati-hati dalam melaksanakan tugas rutin, seperti patroli dan beberapa pengawalan yang menjadi task order. (bagus setiawan)

Baca juga: Briptu Maissy Deza Utami, Polwan Cantik Asal Aceh yang Jadi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Afrika

Baca juga: Ramadhan dan Upaya Menghidupkan Itikaf

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved