Minggu, 26 April 2026

Kupi Beungoh

Desember Kopi Cara Kami Merawat Alam Gayo

Seperti namanya, Desember Kopi maka seluruh kegiatan diselenggarakan pada bulan Desember, bulan puncak panen raya kopi di Gayo.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim

Oleh: Fikar W Eda*)

#1. Menyediakan Ruang Ekspresi Desember Kopi Gayo atau kadang-kadang November Kopi Gayo, peristiwa budaya yang digagas dalam rangka mengisi panen raya kopi.

Diselenggarakan pertama sekali 2016.

Digagas para seniman yang tergabung dalam Komunitas Rangkaian Bunga Kopi, Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia, dilaksanakan kumpulan anak-anak muda, dan pada penyelenggaraan Desember Kopi 2021 lalu melibatkan Komunitas Gayo Prasejarah.

Seperti namanya, Desember Kopi maka seluruh kegiatan diselenggarakan pada bulan Desember, bulan puncak panen raya kopi di Gayo.

Seyogiayanya kegiatan ini diselenggarakan selama tiga bulan, mulai Oktober, November dan berakhir Desember; bulan yang mengirimkan hujan dan panen kopi.

"Desember mengirimkan hujan dan panen Kopi, kami memainkan musik, puisi, dan tari," inilah jargon yang kami gunakan untuk memperkuat semangat Desember Kopi Gayo.

Alam Gayo menyediakan segalanya, hutan, tanaman perkebunan, pangan, buah-buahan, sayuran dan sebagainya. Termasuk hewan, mulai dari gajah, kuda, kerbau, rusa, bangau dan ragam burung.

Danau, sungai, air terjun, semua tersedia dan terbentang di depan mata. Tiga jenis tanaman khas, kopi, tembakau, pinus, yang masing-masing punya cerita.

Juga ada riwayat prasejarah yang tersembunyi dalam loyang-loyang purba yang berhasil diungkap oleh tim arkeologi pimpinan Dr Ketut Wiradnyana dkk.

Makam Ulama dan Para Pejuang Gayo di Bener Meriah Akan Dijadikan Cagar Budaya

Jejak-jejak Gayo prasejarah menyembul ke permukaan begitu rupa; gerabah, mata panah, kapak persegi, motif-motif indah yang kini digunakan pada pakaian dan sebagainya.

Gayo juga punya kekuatan budaya melalui ekspresi-ekspresi artistik dalam bentuk kesenian, sastra, tari, musik dan sebagainya.

Sekali lagi alam Dataran Tinggi Gayo adalah sebuah taman kehidupan aneka mahluk hidup yang saling menguntungkan dan berketergantungan.

Satu contoh khas, Kopi Gayo yang unggul dalam aroma dan cita rasa, bersumber dari dua hal.

Kopi diurus dan dirawat dengan hati, disuplai dengan nutrisi yang masih murni. Air danau dan sungai sungai yang murni menguap lalu membentuk gumpalan awan, turun menjadi hujan atau "nami" (embun) yang membasahi daun, bunga, dan buah, sebagai sumber nutrisi. Danau Lut Tawar menampung kembali aliran air melalui sungai-sungai kecil di celah batu yang oleh orang Gayo disebut didisen,tempat hidup ikan depik.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved