Kupi Beungoh
Desember Kopi Cara Kami Merawat Alam Gayo
Seperti namanya, Desember Kopi maka seluruh kegiatan diselenggarakan pada bulan Desember, bulan puncak panen raya kopi di Gayo.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
Kalaulah alam Gayo rusak dan tercemar, mempengaruhi kemurnian nutrisi kopi, mempengaruhi kualitas aroma dan cita rasa kopi, mempengaruhi kemuliaan kopi Gayo yang sampai sekarang menjadi sumber utama ekonomi masyarakat Gayo.
Inilah salah satu alasan penting, mengapa kami merasa perlu merawat alam melalui Desember Kopi Gayo tadi.
Alasan ini pula membuat kami harus menolak eksploitasi tambang emas yg konon cadangannya begitu besar.
Sebab kami tak ingin berakhir tragis seperti tragedi legenda Aru Belah, dimana sang suami harus memotong sebelah payudara istrinya, akibat lilitan kemiskinan dan kekurangan pangan.
Sebab ia tak punya lahan dan pangan di tengah kekayaan alam yang salah urus.
Untuk apa Desember Kopi?
1. Mencipatkan ruang ekspresi dengan serangkaian pertunjukan seni bertema kopi, tempat pertunjukan di kebun kopi, pabrik kopi dan kedai kopi serta dialog kopi, membincangkan kopi dari segenap sisi.
2. Sebagai bentuk dukungan dan mendorong pembangunan pariwisata dataran tinggi Gayo berbasis adat, budaya, sejarah/prasejarah dan kelestarian lingkungan.
• Sebelum ke Gayo, Ulama Mekkah Habib Syarif Menetap di Ie Leubeu Pidie, Begini Sejarahnya
3. Menggerakkan komunitas dan warga mengelola sumber daya alam lingkungan sebagai bagian dan pembangunan bidang kepariwisataan.
4. Kopi sebagai sumber kreativitas tanpa batas.
Ada empat kampung di Aceh Tengah menjadi tempat penyelenggaraan Desember Kopi, yakni di Bur Telege Hakim Bale Bujang Kecamatan Lut Tawar, Kampung Arul Latong Kecamatan Bies, Paya Tumpi Baru Kecamatan Kebayakan, dan Kampung Kuyun Kecamatan Celala.
Sementara di Bener Meriah, penyelenggaraan event ini dengan nama November Kopi dilaksanakan dua kali, pertama 2016 di Seladang Kafe, dan 2020 di Taman Arboretum Taman Seni Budaya Gayo, Kampung Bale Atu Bener Meriah.
Meski kegiatan ini sudah memasuki tahun ke-5 tapi tidak perlu dicari dalam daftar agenda kegiatan pariwisata baik di Aceh Tengah/Bener Meriah ataupun di Budpar Aceh. Karena memang tidak pernah tercantum di dalamnya.
Tapi Menteri Pariwisata, Anggota DPR RI, Gubernur Aceh, Gubernur DKI, Dirjen di Kemendagri dll memberikan dukungan dalam bentuk testimoni, bersama-sama dengan para seniman.
#2. Deklarasi Para Reje.
Setiap penyelenggaraan Desember Kopi atau November Kopi, selalu dilakukan pembacaan deklarasi oleh para reje tempat penyelenggaraan kegiatan.Teks deklarasi sbb:
"Dengan Mengucapkan Bismillahrirrahmannirrahim