Kenapa Waktu Liburan Terasa Lebih Cepat? Begini Penjelasan Psikolog
Namun, mungkin ada orang-orang yang merasa liburan cepat berlalu, berbeda dengan hari-hari biasanya. Ternyata, ada penjelasan psikologis atas hal...
Pertama, liburan tidak mempunyai jadwal rutin seperti hari-hari kerja.
Kedua, kedua setiap orang mempunyai banyak harapan yang ditanamkan dalam mindset tentang kegiatan-kegiatan selama liburan.
Sayangnya, waktu liburan hanya singkat sehingga belum semua harapan-harapan itu bisa diwujudkan selama periode liburan.
Holiday paradox atau paradoks liburan
Sementara itu, Psikolog Claudia Hammond menyebut fenomena tersebut sebagai holiday paradox atau paradoks liburan, yaitu ketika waktu liburan terasa cepat berlalu.
Dikutip dari Daily Mail, holiday paradox ini berkaitan dengan persepsi manusia tentang waktu, yang dipengaruhi oleh jumlah ingatan terbentuk.
Hammond menuturkan, jika kita melakukan sesuatu yang baru, waktu terasa berlalu dengan cepat.
Tapi, semua pengalaman dalam waktu singkat itu menghasilkan banyak kenangan.
Sebaliknya, ketika kita berada dalam rutinitas normal, lebih sedikit ingatan yang tersimpan.
Istilah holiday paradox ini disampaikan dalam konferensi British Psychological Society di London, Inggris.
Dosen psikologi itu menyatakan bahwa hidup kita dalam hari-hari biasa sangat membosankan.
Alhasil, hanya enam hingga sembilan pengalaman dalam dua minggu kita ingat.
Sebaliknya, saat liburan kita mampu mengingat enam sampai sembilan hal setiap hari karena melakukan kegiatan di luar rutinitas. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Mengapa Liburan Terasa Cepat Berlalu? Ini Penjelasannya
Baca juga: 124 Ribu Warga Aceh Melakukan Perjalanan Mudik dan Liburan