Kupi Beungoh
Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (XXIII) - 9 Mei dan Hadiah Putin Untuk Rusia
Akhir minggu ini perang Ukraina telah memasuki hari ke 72 dengan kondisi yang masih terus berlanjut, terutama di kawasan timur dan selatan neger itu
Oleh: Ahmad Humam Hamid *)
Akhir minggu ini perang Ukraina telah memasuki hari ke 72 dengan kondisi yang masih terus berlanjut, terutama di kawasan timur dan selatan neger itu.
Hampir dapat dipastikan dua daerah kawasan pemberontakan Ukraina yang mendapat dukungan Rusia- Luhanks dan Donetsk, dikuasai oleh Rusia.
Kota pelabuhan dan industri Mariupol pun kemungkinan besar akan jatuh ke tangan Rusia.
Jika dalam dua hari ini Mariupol dapat dikuasai, praktis sebagian besar wilayah Timur, telah tersambung dengan Crimea, kawasan yang telah direbut Rusia dari Ukraina pada tahun 2014
Putin sedang berupaya keras untuk memberikan “hadiah” kepada rakyat Rusia pada tanggal 9 Mei.
Seperti diketahui tanggal 9 Mei adalah hari libur nasional Rusia yang diabadikan sebagai “hari kemenangan” Uni Soviet ketika memaksa pasukan Nazi Jerman untuk menyerah pada 8 Mei, 1945.
Setiap tahun, hari kemenangan itu diperingati, dan dianggap sangat penting utuk mengenang dan memelihara rasa patriotisme warga negara.
Baca juga: Bukan Cuma Gertak, Rusia Serang Senjata yang Dipasok Ke Ukraina Oleh AS dan Eropa
Perang yang dimenangkan oleh Uni Soviet itu memakan korban tidak kurang dari sekitar 6.7 juta tentara Uni Soviet, dan sekitar 4.5 juta tentara Jerman.
Secara keseluruhan, perang yang berlangsung lebih dari 4 tahun membuat 27 juta tentara dan rakyat Uni Soviet-termasuk Ukraina pada saat itu, menjadi korban.
Bagi Putin penguasaan Luhanks, Donestk, dan Mariupol sangat penting untuk diumumkan pada tanggal 9 Mei, paling kurang untuk dua alasan.
Pertama, walaupun Rusia tidak berhasil mengguasai seluruh Ukraina atau menguasai ibu kota Kiev, termasuk menganti pemerintahan, sebagian wilayah Ukraina telah berhasil dikuasai.
Kedua, Putin telah mampu mepertahankan prestasi dan justifikasi perang yang dibuatnya, yang oleh sebagian rakyat Rusia tidak setuju dengan perang itu.
Hal itu sangat penting, karena sejarah Rusia telah menunjukkan bagaimana konsekwensi yang akan terjadi terhadap pemimpin Rusia- Uni Soviet yang gagal memenangkan perang, semenjak dinasti Dalnovich, berlanjut ke Romanov ratusan tahun yang lalu, sampai kepada eks negara Uni Soviet.
Di atas kertas sesungguhnya, posisi Rusia dan Ukraina sangat tidak seimbang dalam ukuran apapun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ahmad-humam-hamid_sosiolog-guru-besar-universitas-syiah-kuala_ai.jpg)