Senin, 27 April 2026

Kupi Beungoh

Putin, Ukraina, dan Perang Dunia 3 (XXIII) - 9 Mei dan Hadiah Putin Untuk Rusia

Akhir minggu ini perang Ukraina telah memasuki hari ke 72 dengan kondisi yang masih terus berlanjut, terutama di kawasan timur dan selatan neger itu

Editor: Muhammad Hadi
Dok Pribadi
Ahmad Humam Hamid, Sosiolog, Guru Besar Universitas Syiah Kuala 

Produk Domestik Bruto Rusia pada tahun 2021, 2.01 triliun dolar, 11 kali lebih besar dari Ukraina, 176.31 miliar dolar.

Nilai ekspor Rusia 528 miliar dolar, 8 kali lebih tinggi dari nilai ekspor Ukraina 70.24 miliar dolar.

Dalam hal belanja dan anggaran pertahanan Rusia juga jauh di atas Ukraina, 45.5 miliar dolar, hampir 10 kali lebih besar dari Ukraina, 4.7 miliar dolar.

Tidak berhenti di perbandingan ekonomi, dalam hal angkatan dan mesin perang, Rusia juga jauh lebih unggul dari Ukraina.

Angkatan perang Rusia hari ini mencapai 2.9 juta orang dimana 900.000 adalah tentara aktif, dan 2 juta lainnya adalah cadangan.

Baca juga: Kota di Ukraina Timur Ini Hampir Jatuh Ke Tangan Rusia

Sementara itu tentara aktif Ukraina tidak lebih dari 196.000 ditambah dengan 900.000 cadangan.

Mesin perang Rusia dilengkapi dengan hampir 16.000 kenderaan perang dan tank, 1.391 pesawat tempur, 821 helikopter, dan 49 buah kapal selam.

Ukraina hanya mempunyai 3.309 kenderaan lapis baja dan tank, 128 pesawat tempur, dan 55 helikopter. Ukraina sama sekali tidak mempunyai kapal selam.

Klaim kemenangan pada hari senin lusa-9 Mei, itu sangat penting, untuk mengimbangi realitas statitistik supremasi ekonomi dan militer Rusia atas Ukraina kepada publik Rusia.

Padahal sejumlah pernyatan resmi pemerintah Rusia ketika perang dimulai, bahkan Putin sendiri kegiatan Rusia hanya sebuah operasi khusus militer, yang ditujukan untuk menguasai Ukraina, menggulingkan rezim nazi Ukraina, dan membentuk sebuah pemerintahan baru yang pro Moskow.

Menyadari keterbatasan pasukan Rusia menguasai Ukraina, terutama ibu kota Kiev, Putin dengan cepat mengalihkan konsentrasi pasukannya ke kawasan Timur dan Selatan Ukraina.

Pengalihan itu sangat penting bagi Putin, karena jika Rusia berlama-lama hendak menguasai Ukraina, terutama ibu kota Kiev, resikonya sangat besar.

Ketidak mampuan itu terbukti dengan tewasnya tidak kurang dari 12 jenderal Rusia, dan ribuan tentara.

Jika hal itu terjadi secara berkelanjutan, moral pasukan Rusia akan jatuh, dan publik, elit, apalagi oposisi Rusia akan meradang, dan dapat membuat posisi Putin goyah,dan bahkan dapat digulingkan.

Mengalihkan penguasaan Rusia ke wilayah Donestk dan Luhanks adalah pilihan yang paling tepat, karena Rusia mendapat dukungan dari sekutunya, pemberontak yang telah melawan Kiev lebih dari 5 tahun.

Dengan menguasai kedua wilayah itu, dan jika mungkin menguasai Mariupol, Rusia telah berhasil menyambung sebagain besar wilayah Timur Ukraina.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved