Breaking News:

Puasa Syawal

Rasulullah Pernah Suruh Sahabat Batalkan Puasa Syawal, Begini Sejarahnya

Kita terkadang terpaksa membatalkan puasa Syawal demi menghargai ajakan tuan rumah untuk makan. Bolehkah membatalkan puasa Syawal saat bertamu?

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Mursal Ismail
istimewa
Hukum Membatalkan Puasa Syawal saat Bertamu, Bolehkah Dibatalkan? Ternyata Ini Anjuran Rasulullah 

Ibadah di bulan Syawal salah satunnya adalah menunaikan puasa selama enam hari.

SERAMBINEWS.COM - Bolehkah membatalkan puasa Syawal saat bertamu?

Di antara kendala yang kerap kita jumpai saat puasa Syawal adalah ketika kita bertamu ke rumah keluarga atau rumah teman.

Kita terkadang terpaksa membatalkan puasa Syawal demi menghargai ajakan tuan rumah untuk makan.

Lantas, apakah boleh membatalkan puasa Syawal saat bertamu? Bagaimana hukumnya?

Ibadah di bulan Syawal salah satunnya adalah menunaikan puasa selama enam hari.

Puasa Syawal adalah adalah ibadah sunnah yang dilaksanakan di bulan Syawal.

Baca juga: Sudah Sahur Tapi Lupa Niat Puasa Syawal, Apakah Puasa Syawal Sah?

Puasa Syawal umumnya dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal, yakni setelah berakhirnya bulan Ramadhan.

Setelah selesai Ramadhan maka tibalah Hari Kemenangan di dalam bulan syawal.

Diketahui Bulan Syawal telah memasuki pertengahan.

Pada 1 Syawal 1443 H bertepatan Senin (2/5/2022) lalu, umat muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 H atau Lebaran 2022 pada 1 Syawal 1443 H.

Setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri H, umat muslim dianjurkan menunaikan Puasa Syawal.

Puasa Syawal merupakan ibadah puasa sunah yang dikerjakan pada bulan Syawal sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Berikut Tiga Perempuan yang Dinikahi Rasulullah di Bulan Syawal

Puasa Syawal memiliki beberapa keutamaan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved