Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Ekonomi Petani Kelapa Sawit Memburuk, Dampak Stop Ekspor CPO oleh Pemerintah

Kebijakan pemerintah pusat yang menghentikan ekspor CPO mulai berimbas pada memburuknya perekonomian petani kelapa sawit, termasuk di Aceh

Editor: bakri
Dok: Humas
Ketua Apkasindo Aceh, Sofyan Abdullah (kiri) 

KUALA SIMPANG – Kebijakan pemerintah pusat yang menghentikan ekspor CPO mulai berimbas pada memburuknya perekonomian petani kelapa sawit, termasuk di Aceh.

Kebijakan ini bukan hanya menyebabkan harga anjlok, tapi sangat memungkinkan petani tidak bisa menjual hasil panennya ke PKS.

“Bagaimana PKS mau menerima buah petani kalau dia sendiri kelebihan produksi, ini mimpi buruk bagi semua petani, jangan sampai terjadi,” Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh, Sofyan Abdullah, Sabtu (14/5/2022).

Dia berharap, pemerintah pusat memahami nasib dilematis yang dihadapi petani kelapa sawit saat ini.

Dilema ini terjadi, akibat petani enggan memanen TBS karena ongkos panen lebih tinggi dari harga jual.

"Sementara kalau tidak panen akan meemngaruhi kualitas buah, ini kan menjadi dilema," ujarnya.

Sofyan mengingatkan masalah yang dihadapi petani kelapa sawit merupakan dampak kebijakan pemerintah pusat, sehingga persoalan in hanya bisa diatasi oleh kebijakan pejabat di pusat.

Namun, Ia sangat menyesalkan sikap Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang enggan membahas persoalan yang sedang dihadapi petani kelapa sawit di Aceh saat ditanyai awak media dalam kunjungannya ke Aceh Tamiang untuk meninjau kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak jenis sapi di kabupaten itu.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Curah Cenderung Turun, Dampak dari Larangan Ekspor Sementara CPO

Baca juga: Presiden Diminta Cabut Larangan Ekspor CPO, Harapan 51 Perusahaan Sawit di Aceh

Syahrul dinilainya, tidak mencerminkan pejabat yang bisa merangkul seluruh elemen masyarakat.

Seharusnya kata Sofyan, Syahrul memanfaatkan kunjungannya ini untuk menuntaskan seluruh persoalan yang dibidangi kementeriannya.

“Istilahnya sekali jalan, kenapa sudah tiba di Aceh, kok dia tidak mau membantu masyarakat petani kita yang lagi mengalami masalah,” pungkas Sofyan.

Fokus Soal PMK di Aceh Tamiang

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung ke Aceh Tamiang beberapa hari lalu, enggan membahas persoalan yang sedang dihadapi petani kelapa sawit di Aceh.

Keengganan Menterai Pertanian, Syahrul Yasin Limpo ini diperlihatkannya ketika meninjau peternakan sapi di Karangbaru, Aceh Tamiang, Kamis (12/5/2022) kemarin.

Ketika itu, Syahrul yang datang menggunakan helikopter secara lugas membahas persoalan dan penyelesaian Penyakit Mulut dan Kuku (PKM) yang menyerang seribuan ekor sapi.

“Sudah terkendali, kita sudah memasuki agenda pengobatan,” kata Syahrul ketika itu.

Namun Syahrul langsung diam, ketika ditanya solusi untuk petani kelapa sawit.

“Itu nanti, kita fokus pada PKM dulu,” kata Syahrul sembari melangkah pergi. (mad)

Baca juga: Indonesia Larang Ekspor, Malaysia Ambil Keuntungan dengan Dominasi Pasar Minyak Sawit di India

Baca juga: Pemerintah Kembali Larang Ekspor CPO, Petani di Tamiang Khawatir Harga Terjun Bebas

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved