Breaking News:

Ketua PMI Banda Aceh Angkat Bicara, Jawab Tudingan Jual Beli Darah dan Beberkan Kondisi Internal PMI

Selain berdampak kepada citra PMI, dampak paling besar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan darah, karena stok darah yang kian menipis

Penulis: Yocerizal | Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Ketua PMI Kota Banda Aceh, Dedi Sumardi Nurdin (kiri) menjawab tudingan tentang jual beli darah dan berbagai hal lainnya yang terjadi di internal PMI, termasuk juga menanggapi pemindahan lokasi donor darah ASN ke RSUDZA. 

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Isu adanya jual beli darah di PMI Kota Banda Aceh ternyata telah memberi dampak besar.

Baik terhadap citra PMI maupun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga kemanusiaan tersebut.

Ketua PMI Kota Banda Aceh, Dedi Sumardi Nurdin, menuturkan, minat masyarakat untuk mendonorkan darahnya saat ini menjadi berkurang, padahal di sisi lain kebutuhan akan darah cukup tinggi.

Namun, selain berdampak kepada citra PMI, menurut Dedi, dampak paling besar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan darah, karena stok darah yang kian menipis.

“Dampaknya sangat berat sekali. Terutama petugas kita, relawan, dan juga terhadap pendonor,”

“Yang sangat kita sayangkan, yang jadi korban adalah masyarakat yang sedang membutuhkan darah di rumah sakit, karena stok darah di kita yang mulai menipis,” ucapnya kepada Serambinew.com, Minggu (15/5/2022).

Ia berharap masyarakat tidak termakan dengan informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya. Karena isu-isu negatif tersebut tidak mengurangi permintaan darah dari rumah sakit.

“Mari berdonor darah kita jadikan gaya hidup sehat dan untuk kebutuhan untuk membantu,” ajaknya.

Baca juga: Relawan: Dedi Sumardi Harus Bisa Kembalikan Citra PMI

Baca juga: MTA: Selidiki Kasus Pengiriman Darah ke Tangerang, PMI Bantah Jual Darah

Baca juga: Hindari Polemik PMI, Gubernur Aceh Perintahkan ASN Donor Darah di RSUDZA

Selain hal itu, Dedi juga menceritakan banyak hal yang terjadi di tubuh PMI Kota Banda Aceh.

Juga tanggapannya terhadap kebijakan Gubernur Aceh yang memindahkan lokasi donor darah ASN ke RSUDZA.

Penjelasan lengkap Ketua PMI Banda Aceh tentang tudingan adanya jual beli darah dan berbagai hal lainnya yang terjadi di internal PMI Banda Aceh bisa dibaca di Harian Serambi Indonesia edisi cetak, Selasa (17/5/2022).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved