Breaking News:

Internasional

Mahasiswi Uighur Xinjiang Lari ke Turki, Usai Dibebaskan dari Penjara Pemerintah China

Seorang mahasiswi Uighur Provinsi Xinjiang, China, Nursimangul Abdureshid harus melarikan diri ke Turki seusai dibebaskan dari penjara.

Editor: M Nur Pakar
AP/Via Nursimangul Abdureshid
Memetali Abdureshid berfoto bersama saudara perempuannya Nursimangul Abdureshid di luar rumah keluarga mereka di kotapraja Sayibage, baratllaut Provinsi Xinjiang, China pada Agustus 2013. 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Seorang mahasiswi Uighur Provinsi Xinjiang, China, Nursimangul Abdureshid harus melarikan diri ke Turki seusai dibebaskan dari penjara.

Dia mengaku sempat ditahan sebuah kamp konsestrasi sebelum dikirim ke penjara dan dibebaskan.

Dia menyatakan sempat mengalami nasib buruk bersama mahasiswa dan mahasiswi Uighur lainnya di penjara Provinsi Xinjiang, China.

Dia menunjukkan bagaimana apa yang disebut "mahasiswa" yang dibebaskan dari kamp interniran dengan mudah dikirim kembali ke penjara oleh pemerintah China.

“Itu bohong total, mereka hanya mencoba menutupi kejahatan mereka,” kata Abdureshid, yang tinggal di pengasingan di Turki kepada AP, Senin (16/5/2022).

Pada 2017, seorang kerabat memberi tahu Abdureshid, orang tua dan adik laki-lakinya telah dibawa pergi untuk belajar, sebuah eufemisme yang mengacu pada kamp penahanan jangka pendek.

Baca juga: Parlemen Prancis Kecam China, Genosida Terhadap Muslim Uighur Terus Berlanjut

Hanya tiga tahun kemudian atau tahun 2020, kedutaan China meneleponnya dengan informasi, ketiganya telah ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara selama lebih dari satu dekade.

Daftar yang bocor menjadi konfirmasi luar pertama tentang apa yang terjadi pada saudara laki-lakinya sejak panggilan itu, katanya.

Kakak laki-lakinya, Memetali Abdureshid (32) telah dijatuhi hukuman 15 tahun 11 bulan penjara atas tuduhan memulai pertengkaran dan memprovokasi masalah.

Bahkan, dituduh sedang bersiap melakukan kegiatan teroris.

Nursimangul Abdureshid melihat delapan nama yang dikenalnya dalam daftar, tapi tidak ada nama orang tuanya.

Dia dan enam orang buangan Uighur lainnya yang berbicara dengan AP percaya, daftar itu tidak lengkap.

Baca juga: Hanya Karena Menyimpang Salinan Al-Quran, Pemerintah Cina Hukum Perempuan Muslim Uighur 14 Tahun Bui

Dia beralasan, tidak melihat beberapa orang yang dekat dengan mereka, yang berarti tingkat hukuman penjara sebenarnya bisa lebih tinggi.

Sifat rahasia dari tuduhan terhadap Memetali dan lainnya yang dipenjara adalah bendera merah, kata para ahli.

Meskipun China membuat catatan hukum mudah diakses, sebaliknya hampir 90 persen tidak dipublikasikan.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved