Internasional
Masuk Liburan Hari Raya Waisak, Sri Lanka Cabut Jam Malam Nasional
Pemerintah Sri Lanka mulai Minggu (15/5/2022) sepenuhnya mencabut jam malam nasional. Hal itu untuk merayakan liburan Hari Raya Waisak, sehingga kaum
SERAMBNEWS.COM, KOLOMBO - Pemerintah Sri Lanka mulai Minggu (15/5/2022) sepenuhnya mencabut jam malam nasional.
Hal itu untuk merayakan liburan Hari Raya Waisak, sehingga kaum Budha mendapat kesempatan untuk merayakannya saat negara itu melewati krisis ekonomi dan politiknya.
Jam malam diberlakukan pada 9 Mei 2022 setelah protes damai berubah menjadi kekerasan, menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai ratusan lainnya.
Kekerasan itu diikuti dengan pengunduran diri Mahinda Rajapaksa dari jabatan perdana menteri, meninggalkan saudaranya, Gotabaya Rajapaksa, untuk memerintah sebagai presiden.
Selama lebih dari sebulan, pengunjuk rasa memadati jalan-jalan menuntut pengunduran diri presiden.
Negara berpenduduk 22 juta itu memprotes kekurangan makanan, bahan bakar dan obat-obatan, bersama dengan rekor inflasi dan pemadaman listrik berkepanjangan, seperti dilansir ArabNews Senin (16/5/2022).
Baca juga: Oposisi Sri Lanka Siap Bentuk Pemerintahan Baru, Tuntut Presiden Gotabaya Rajapaksa Juga Mundur
Bangunan-bangunan di seluruh negara mayoritas Budha mengibarkan bendera berwarna-warni pada hari Minggu (15/5/2022).
Sedangkan penduduk mengunjungi kuil-kuil dengan berpakaian serba putih untuk merayakan hari kelahiran, pencerahan, dan kematian Budha.
Pemerintah mengumumkan akan mencabut jam malam untuk Waisak tanpa mengatakan kapan atau apakah itu akan diberlakukan kembali.
Warga Sri Lanka juga bisa menikmati hari tanpa pemadaman listrik.
“Waisak ini, kita dapat melihat pusat-pusat sedekah tradisional, pandal (panggung bambu), lentera Waisak dan iluminasi lampu minyak akan meningkatkan moral spiritual masyarakat,” kata Pdt. Udawela Kolitha Thera, Wakil Kepala Kuil Walukarama di Kolombo.
Sri Lanka tidak dapat merayakan Waisak dengan baik dalam beberapa tahun terakhir karena pandemi dan, pada 2019, serangan Minggu Paskah, yang juga mengurangi perayaan.
Baca juga: Aksi Protes Pemerintah Tak Terbendung, Perdana Menteri Sri Lanka Akhirnya Mengundurkan Diri
Meskipun acara yang direncanakan untuk tahun ini telah diperkecil karena ketidakstabilan politik dan krisis ekonomi yang semakin dalam, para jamaah masih menyambut kesempatan untuk istirahat.
“Kami sangat bersemangat untuk merayakan Waisak tahun ini dengan lebih antusias,” kata Kelum Bandara yang berbasis di Kolombo.
Dia bekerja di sebuah penerbit terkemuka di ibu kota Kolombo.
“Kami akan merayakannya dalam bentuk sederhana karena krisis ekonomi saat ini dan protes yang sedang berlangsung terhadap pemerintah," ujarnya.
“Sri Lanka diselimuti semangat spiritual ketika negara kepulauan itu merayakan Waisak lagi,” kata jurnalis yang berbasis di Kolombo, Chaminda Perera, kepada Arab News.
Perdana Menteri yang baru diangkat Ranil Wickremesinghe, yang menjadi perdana menteri lima kali sebelumnya dan tidak pernah menyelesaikan masa jabatan penuh, membuat penunjukan Kabinet pada Sabtu (14/5/2022).
Baca juga: Protes Rakyat Berhasil, Perdana Menteri Sri Langka Mundur Setelah Hampir 20 Tahun Berkuasa
Tetapi, semuanya berasal anggota partai Rajapaksa.
Penunjukan baru telah gagal menenangkan pengunjuk rasa Sri Lanka yang menginginkan Rajapaksa, dinasti politik paling berpengaruh di negara itu, dihapus dari politik negara.
Keluarga yang berkuasa menghadapi tuduhan korupsi dan kesalahan penanganan ekonomi, saat Sri Lanka menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan pada tahun 1948.
Partai-partai oposisi telah menolak untuk bergabung dengan pemerintahan baru kecuali presiden mengundurkan diri terlebih dahulu.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sri-Lanka-Rayakan-Hari-Raya-Waisak.jpg)