Opini
Lokomotif KADIN Pendobrak Visioner
KAMAR Dagang dan Industri (KADIN) Aceh akan melaksanakan Musyawarah Daerah VII pada 1 sampai 3 Juni 2022 di Banda Aceh
Sehingga tidaklah berlebihan, apabila para saudagar Aceh harus mampu melanjutkan kembali usahanya ke berbagai penjuru dunia sebagai mana yang telah dilakukan Kesultanan Aceh dahulu.
KADIN Aceh harus mampu memantapkan perannya terhadap kepentingan dunia usaha beserta seluruh stakeholders-nya.
Berkaitan dengan pembuatan dan implementasi kebijakan tidak hanya sebagai mitra pemerintah dan dunia usaha, namun harus mampu mengembangkan jejaring usaha ke berbagai belahan dunia dengan implementasi yang nyata.
Kerja sama dengan komunitas bisnis internasional yang relevan dan strategis sejalan seperti program industrialisasi wisata syariah yang potensinya sangat besar perlu ada aksi nyata.
Menggaet para pebisnis luar agar mau masuk ke Aceh yang memang daerahnya sudah sangat kondusif perlu dilakukan Investasi asing langsung atau “Foreign Direct Investment (FDI)” yang dapat meningkatkan ekspor serta memperoleh ilmu dan teknologi serta pengalaman terhadap pengusaha lokal yaitu “transfer of knowledge and technology” yang signifikan perlu diupayakan lebih serius oleh Kadin Aceh.
Eksplorasi minyak dan gas alam yang pernah dilakukan Pertamina di Aceh yang kini selesai sudah, KADIN perlu melanjutkan dengan berupaya maksimal dalam mengajak para investor asing untuk menanam modal di Aceh.
Kerja sama yang pernah dilakukan dan difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Andaman-Nicobar perlu ditindaklanjuti dengan serius.
Potensi jalur perdagangan yang sangat menguntungkan dari sisi geografis untuk Aceh hendaknya dapat dimanfaatkan dengan optimal, agar perputaran roda ekonomi perdagangan dapat ditingkatkan dalam rangka pengumpulan pundi-pundi devisa negara.
Kadin harus mampu bersinergi dengan dunia pendidikan dan serikat pekerja dalam menciptakan ‘tenaga siap pakai’ sebanyak mungkin, dimana saat pencanangan investasi baru tidak harus didatangkan tenaga kerja dari luar.
Sehingga pepatah yang memilukan yang pernah terjadi di Tanah Serambi Mekah yaitu “buya kreung tedeong-deong, buya tamong meraseki” tidak terulang kembali.
Reputasi dan kemandirian KADIN Aceh ke depan harus mampu ditegakkan sebagai organisasi dunia usaha dalam berbagai aspek baik institusi, keuangan pelayanan masyarakat, dukungan politik, kerja sama internasional serta kepemimpinan yang mumpuni.
Keberadaan komunitas saudagar ini harus dapat memberikan penerang agar pemerintah mampu bersinergi dalam membangun infrastruktur industri yang lebih mumpuni.
Pendanaan pemerintah daerah dalam skala masif hendaknya diarahkan untuk pembangunan jangka panjang dan signifikan dalam membangun industri di sektor-sektor strategis seperti pangan, infrastruktur, energi terbarukan, perumahan dan lain sebagainya terutama yang menyentuh pemberdayaan masyarakat ekonomi lemah.
Dukungan dari KADIN yang dapat menimbulkan empati terhadap pembangunan masyarakat seutuhnya perlu dilakukan.
Untuk dapat merealisasikan program mulia tersebut di atas, maka diperlukan sosok lokomotif yang mampu menyetir dengan lembut, sehingga dapat membawa gerbong para saudagar kepada kerja nyata yang dapat membangun fondasi ekonomi Aceh yang lebih baik lagi ke depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-rita-meutia-se-m-si-ak-dosen-fakultas-ekonom.jpg)