Sabtu, 2 Mei 2026

Salam

Selamatkan Petani Sawit, Perbaiki Tatakelola Migor

Menurut Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), hingga pekan ini para petani sawit sudah rugi hingga Rp 11,7 triliun akibat larangan

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Petani sawit Kabupaten Simeulue mengeluh murahnya harga sawit saat ini hanya Rp 1.100 hingga Rp 1.200 per kilogram, Senin (16/5/2022). 

Menurut data, total produksi CPO nasional pada 2021 sebanyak 52 juta ton.

Dari total produksi tersebut, sekitar 34 juta ton diekspor, sedangkan yang 18 juta ton digunakan untuk kebutuhan dalam negeri baik untuk pangan, energi maupun oleochemical.

Mengingat yang 34 juta ton tersebut tidak boleh diekspor, tentu CPO tersebut tidak punya pasar.

Karena tidak punya pasar, PKS tidak sudi memproduksi.

Kalau PKS tidak berproduksi, maka wajar saja PKS tidak membeli TBS milik petani.

Akibatnya, di banyak daerah petani tidak memanen TBSnya.

Sebab kalaupun dipanen, harganya sangat rendah.

Hal ini pun dinilai menjadi bumerang bagi petani sawit.

Apalagi ketika TBS yang tidak dipanen, akan menjadi berkembang biak menjadi jamur yang merusak pohon sawit itu sendiri.

Sebelum ada larangan ekspor CPO dan minyak goreng, harga TBS di tingkat petani Rp 3.800 per kilogram.

Namun saat ini harganya anjlok bervariasi.

Misalnya ada PKS yang masih bersedia membeli TBS petani Rp 2.000 per kilogram, namun ada yang membeli Rp 1.

500, bahkan ada yang dibeli Rp 500 per kikogram.

Bervariasinya harga TBS petani ini, lebih disebabkan ke kondisi PKS itu sendiri.

Jika PKS memiliki pasar di dalam negeri, maka dia berani membeli dengan harga di kisaran Rp 2.000 per kilogram.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved