Kamis, 7 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Tamiang Fokus Benahi UMKM, Perancang Nasional Latih 20 Penenun

Laju perekonomian Aceh tahun 2023 diprediksi melambat pascapemangkasan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) hingga mencapai 50 persen

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Bupati Aceh Tamiang, Mursil (kanan) saat membuka pelatihan tenun songket di Pertamina, Selasa (17/5/2022). Pemerintahannya fokus memperkuat UMKM untuk menghadapi ancaman krisis ekonomi tahun 2023. 

KUALASIMPANG - Laju perekonomian Aceh tahun 2023 diprediksi melambat pascapemangkasan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) hingga mencapai 50 persen.

Pemangkasan ini menyebabkan seluruh kabupaten/kota di Aceh sulit merealisasikan pembangunan yang sebelumnya sudah tersusun dalam program.

“Bukan bermaksud pesimis, tapi kondisi keuangan tahun depan belum membaik karena pemotongan anggaran 50 persen.

Artinya, uang beredar di masyarakat berkurang,” kata Bupati Tamiang, Mursil saat membuka pelatihan tenun kain songket di Guest House Pertamina, Aceh Tamiang, Selasa (17/5/2022).

Persoalan keuangan daerah ini diperparah dengan kebijakan pemerintah pusat yang melarang ekspor CPO dan minyak goreng, serta wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PKM) yang menyerang ribuan ekor sapi peternak.

Diketahui perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi merupakan salah satu penyanggah utama ekonomi Tamiang.

“Ketergantungan Aceh Tamiang pada TBS paling besar, ditambah lagi wabah PMK yang membuat harga sapi jatuh.

Bayangkan harga Rp 12 juta tinggal Rp 3 juta,” kata Mursil.

Mursil menilai ancaman kondisi terburuk ini hanya bisa dihadapi dengan memperkuat sektor UMKM.

Baca juga: Hadapi Kemungkinan Krisis 2023, Aceh Tamiang Fokus Benahi UMKM

Baca juga: Festival Meurah Silu Tahun 2022 akan Digelar di Takengon, Libatkan UMKM dari 23 Kabupaten/Kota

Makanya dia mendukung sepenuhnya pelatihan tenun kain songket yang dilangsungkan di Guest House Pertamina, Aceh Tamiang mulai 17 Mei hingga 3 Juni.

“Akan terjadi perlambatan ekonomi, makanya masyarakat harus memperkuat UMKM, pelatihan ini harus diseriusi biar menjadi modal,” ujarnya.

Bahkan, Mursil berjanji akan membantu memasarkan hasil kerajinan tangan ini agar laku di pasaran.

“Nanti pegawai (PNS) kita arahkan memakai seragam tenun songket, ini kan termasuk pemasaran,” sambungnya.

Mursil menambahkan untuk tahun depan sudah ada kepastian perluasan bantuan bibit udang yang sebelumnya untuk areal enam hektare menjadi 100 hektare, serta dua destilasi untuk mendukung ekspor minyak nilam.

“Kita bangun pelan-pelan, kalau ini berjalan sesuai program akan sangat membantu,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved