Berita Luar Negeri
Pertempuran Sengit Terjadi, Tentara Rusia Gempur Kota Sievierodonetsk, Pasukan Ukraina Bertahan
Rusia telah memusatkan senjatanya pada pusat populasi besar terakhir yang masih dipegang oleh pasukan Ukraina di Provinsi Luhansk
Sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan pada Minggu (29/5/2022), pembebasan wilayah Donbas Ukraina adalah prioritas tanpa syarat bagi Rusia.
Sementara wilayah Ukraina lainnya harus memutuskan masa depan mereka sendiri.
"Pembebasan wilayah Donetsk dan Luhansk, yang diakui oleh Federasi Rusia sebagai negara merdeka, merupakan prioritas tanpa syarat,” tegas Lavrov, menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dilansir Reuters.
Baca juga: Kisah Pilu Gadis Aceh di Malaysia, 10 Tahun Disiksa Majikan, Gigi Rontok Dipukul Dengan Sepatu
Untuk sisa wilayah di Ukraina, dia berkata:
"Saya tidak percaya bahwa mereka akan dengan senang hati kembali ke otoritas rezim neo-Nazi yang telah membuktikan itu adalah Russophobia pada dasarnya.
Orang-orang ini harus memutuskan sendiri".
Serangan Rusia, Lavrov menegaskan, menjadi "tak terhindarkan" setelah negara-negara Barat gagal mengindahkan apa yang dia gambarkan sebagai peringatan tentang pengabaian Ukraina, dan serangan militer terhadap warganya yang berbahasa Rusia.(*)
Baca juga: BREAKINGNEWS - Krueng Aceh Terkontaminasi Mikroplastik
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Pasukan Rusia Masuki Pinggiran Sievierodonetsk di Ukraina, Pertempuran Sengit Pecah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Artileri-berat-Rusia-Malka-2-dijadikan-senjata-utama-menghancurkan-infrantri-Ukraina.jpg)