Berita Regional

Kisah Kelam Gadis Belia, Kabur dari Rumah Gegara Sering Dipukul Kakak Malah 'Dijual' Pacar ke Om-om

Sudah pedih menjadi sasaran kekerasan kakaknya hampir setiap hari di rumah, malah kemudian ‘dijual’ pria yang dianggapnya pacar ke om-om nakal.

Editor: Saifullah
shutterstock
Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak 

Sudah pedih menjadi sasaran kekerasan kakaknya hampir setiap hari di rumah, malah kemudian ‘dijual’ pria yang dianggapnya pacar ke om-om dan pria hidung belang.

SERAMBINEWS.COM – Seorang gadis di bawah umur mengalami nasib mengenaskan di masa belianya.

Di saat banyak gadis seusianya menikmati indahnya masa-masa remaja, wanita belia ini justru harus terperosok dalam ‘mimpi buruk’.

Bagaimana tidak, dalam umurnya yang masih haus kasih sayang, ia sudah harus menjalani pahit getirnya kehidupan.

Sudah pedih menjadi sasaran kekerasan kakaknya hampir setiap hari di rumah, malah kemudian ‘dijual’ pria yang dianggapnya pacar ke om-om dan pria hidung belang.

Kisah kelam yang menyayat hai ini menimpa seorang gadis belia di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Kisah memilukan ini berawal saat remaja putri ini nekat kabur dari rumah karena tak tahan sering dipukuli kakak.

Baca juga: Kasus Prostitusi Anak, Muncikari Paksa Gadis Muda Layani 8 Pria Sehari, Segini Bayarannya

Saat minggat dari rumah, gadis muda ini malah dijadikan PSK oleh pemuda yang baru dipacarinya.

Pemuda itu sebut saja bernama B (20). Sebelum menjual kekasihnya, B malah berulangkali mengajak remaja perempuan itu berhubungan layaknya suami istri.

Bejatnya, setelah puas menggauli korban, B lantas menjual pacarnya itu ke pria hidung belang melalui aplikasi.

Parahnya, upah jasa melayani pria hidung belang itu digunakan B untuk membeli sabu.

Cerita ini mulai terungkap saat gadis belia dengan ditemani keluarganya mendatangi Polsek Sungai Pinang untuk melaporkan B .

Saat ditemui, gadis belia ini nampak lusuh dengan hanya mengenakan kaos oblong dan celana legging serta sepasang sendal jepit yang nampak kebesaran.

Baca juga: Jaringan Prostitusi Anak di Bawah Umur Terbongkar, Mucikari Pasang Tarif Rp 2 Juta Sekali Kencan

Nampak mata sebelah kirinya bengkak dan memar, dengan sebuah lebam di leher, seperti bekas kekerasan.

"Aku ditendang sama pacarku karena semalam tidak mau melayani tamu," keluh gadis manis berambut ikal panjang ini.

Ia menjelaskan, awal perjumpaannya dengan B saat dirinya kabur dari rumah pada awal Mei 2022 lalu, akibat sering dipukuli oleh sang kakak.

"Ketemu di rumah teman, langsung diajak pacaran. Karena baru putus, jadi saya mau," ungkapnya polos.

Parahnya, empat hari menjalin hubungan, B langsung meminta remaja putri ini melayaninya layaknya suami sendiri.

"Katanya mau nikahin, aku jadi aku mau (menjalin hubungan layaknya suami istri)," bebernya.

Baca juga: Polres Pidie Limpahkan Kasus Prostitusi Anak ke Jaksa, Satu Pria Hidung Belang Masih Diburu

Namun seperti ‘habis manis sepah dibuang’, B justru secara diam-diam menjual gadis muda itu melalui aplikasi berbasis online.

"Waktu itu, saya di kos-kosan teman, Tau-tau pacar saya bawa om-om," terangnya.

"Katanya temani di kamar. Saya enggak mau, tapi diancam bakal dipukul. Jadi terpaksa mau," ungkapnya.

Selama hampir 1 bulan, dirinya mengaku telah dipaksa melayani 10 pria hidung belang.

"Saya mau kabur. Tapi selalu diancam bakal dibunuh. Karena dia (B) bawa pisau," ungkapnya.

Hingga akhirnya, pada Jumat (3/6/2022) malam, datang seorang tamu berusia paruh baya yang justru tidak tega memakai jasa sang gadis, dan malah menawarinya sebuah pekerjaan halal.

Baca juga: VIDEO Polres Pidie Bongkar Prostitusi Anak di Bawah Umur, Mucikari dan Dua Pelanggan Ditangkap

"Saya bilang mau (kerja halal) tapi pacar saya malah nendang (mata) dan mukul saya," kisahnya.

Ia juga menyebutkan, sekali melayani pria hidung belang, akan mendapatkan bayaran sebesar Rp 400-600 ribu.

"Tapi dari awal, semua uangnya diambil dia (B) buat beli sabu," paparnya.

Karena tidak berhasil kabur, pada pukul 04.00 dini hari, datanglah beberapa pria yang sudah mem-boking-nya melalui aplikasi berbasis online.

"Tapi pas sampai, om-nya malah narik saya dan membawa saya ke kantor polisi (Polsek Sungai Pinang). Pacar saya kabur karena yang bawa saya mengaku polisi," terangnya.

Baca juga: Terbongkar Praktik Prostitusi Anak di Hotel Kawasan Cengkareng, Polisi Amankan Sejumlah ABG

Hingga saat ini, remaja putri itu telah didamping oleh Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kalimantan Timur.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul “Cerita Gadis Belia Batal Layani Om-om, Pelangganya Tak Tega Menyetubuhinya”

BERITA LAIN TENTANG PROSTITUSI ANAK

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved