Breaking News:

Berita Bireuen

Empat Terdakwa Kasus Sabu Divonis Mati

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bireuen menjatuhkan hukuman mati kepada empat terdakwa kasus sabu yang ditangkap tim Badan Narkotika Nasional

Editor: bakri
Foto PN Bireuen
Pemeriksaan berkas perkara empat terdakwa kasus sabu di PN Bireuen, sebelum sidang dimulai. 

BIREUEN - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bireuen menjatuhkan hukuman mati kepada empat terdakwa kasus sabu yang ditangkap tim Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Aceh di kawasan Kecamatan Peudada, Bireuen, pada 21 November 2021 lalu.

Vonis itu dibacakan majelis hakim dalam sidang pamungkas perkara tersebut di PN setempat, Selasa (7/6/2022).

Keempat terdakwa itu adalah Saiful Bahri alias Pon (30), warga Dusun Mon Kareung, Desa Dayah Baro, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara; Muhardi alias Andi (34), warga Dusun Satria, Desa Dayah Tuha, Kecamatan Syamtalira Bayu; Irwan A (38), Warga Desa Pucok Reudeup, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat Daya (Abdya); dan Jufriadi Abdullah (44), warga Dusun Limeng Meugo, Desa Cot Bada, Kecamatan Jeumpa, Bireuen.

Sidang terbuka tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim, Daniel Saputra SH MH, didampingi dua hakim anggota, Dr Luthfan Hadi Darus SH MKn dan Afan Firdaus SH.

Sementara Fadli bertugas sebagai Panitera Pengganti.

Sementara keempat terdakwa mengikuti sidang tersebut secara daring dari tempat mereka ditahan selama ini yaitu Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II Bireuen.

Humas PN Bireuen, M Muchsin Alfahrasi Nur SH, kepada Serambi, Rabu (8/6/2022) sore, mengatakan, vonis tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa dalam sidang sebelumnya, dimana masing-masing terdakwa dituntut penjara seumur hidup.

Menurutnya, hukuman itu dijatuhkan kepada empat terdakwa berdasarkan hasil musyawarah majelis hakim dan sudah melalui proses pembuktian serta persidangan yang panjang.

Menurut Muchsin, majelis hakim menjatuhkan vonis mati kepada keempat terdakwa karena mereka terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

Baca juga: 2 Warga Aceh Tamiang Dituntut Hukuman Mati, Keluarga Menangis Ceritakan Kondisi Adiknya

Baca juga: Dua Penyelundup Sabu Dituntut Hukuman Mati

Dikatakan, jaksa penuntut umum dalam dakwaan primer menyatakan perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Sementara Subsider, melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

“Atas putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun para terdakwa akan melakukan banding,” ungkap Muchsin.

Pada kesempatan yang sama, Muchsin juga menyampaikan, terdakwa ditangkap di jalan nasional kawasan Desa Blang Glumpang, Kecamatan Peudada, Bireuen, pada 21 November 2021 sekitar ukul 13.30 WIB.

Berdasarkan data dari berkas perkara tersebut, kata Muchsin, waktu itu petugas BNN berpakaian preman bersama tim Polda Aceh menghentikan mobil Honda Brio warna putih BK 1215 ABJ yang dikendarai Muhardi alias Andi dan di dalamnya ada sejumlah terdakwa lain.

Saat diperiksa oleh petugas BNN, ditemukan lima karung yang di dalamnya berisi 98 bungkus kemasan teh Cina berisi narkotika jenis sabu seberat 103.300 gram (103,3 Kg).

Petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa satu handphone (Hp) Nokia warna hitam dan satu Hp Oppo warna hitam.

Sidang perdana 15 Maret 2022 Humas PN Bireuen, M Muchsin Alfahrasi Nur SH, juga mengungkapkan, keempat terdakwa mulai disidangkan pada 15 Maret 2022 lalu dengan berkas terpisah.

Di setiap persidangan,kata Muchsin, para terdakwa didampingi Afrizal SH dan Samsul Bahri SH selaku penasihat hukum mereka yang ditunjuk ketua majelis hakim.

Sedangkan Muhadir SH adalah JPU yang ditunjuk untuk menangani perkara tersebut. (yus)

Baca juga: Bejat! Ayah Rudapaksa 3 Anak Kandung, Korban Trauma, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Baca juga: Fakta Abah Heni Rudapaksa 10 Anak, Kakek Asal Sukabumi Dijatuhi Hukuman Mati, Modus Cari Kutu

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved