Internasional
Mantan Diplomat India Peringatkan Pemerintah, Negara Islam Marah Besar
Seorang mantan Diplomat India memberi peringatan kepada Pemerintah India yang dipimpin Narendra Modi.
Mereka mendesak introspeksi oleh pemerintah Modi daripada menggunakan tindakan dosmetik.
Para mantan diplomat mengatakan pemerintah Modi harus menyadari tidak dapat terus melakukan apa yang diinginkannya di dalam negeri dengan bebas dari hukuman.
Sementara, masih menikmati hubungan baik dengan negara-negara Islam atau Barat.
Baca juga: Setelah Gubernur dan MPU, DPRA Juga Minta Dubes India Angkat Kaki dari Aceh
“Dalam banyak kesempatan, kami telah melihat penyalahgunaan komunitas Muslim India dan upaya menghapus warisan Islam negara itu," kata Talmiz Ahmad kepada ArabNews, Kamis(9/6/2022).
"Ada tradisi panjang negara lain tidak ikut campur urusan dalam negeri negara lain, tetapi ketika Anda melakukan pelecehan terhadap nabi suci, itu adalah area yang dilarang,” tambahnya.
“Pada titik tertentu, orang di luar negeri akan berkata:
"Cukup sudah."
"Saya percaya saatnya telah tiba."
"Anda tidak dapat menganiaya komunitas tertentu di rumah dan juga berpura-pura memiliki moral yang tinggi di luar negeri."
Talmiz menegaskan sikap seperti itu tidak akan diterima lagi oleh negara-negara Islam.
Dimana, Muslim India terus ditekan, saat bersamaan berupaya menjalin hubungan baik dengan negara-negara Islam.
Baca juga: Malaysia dan Indonesia Kutus India, Dubes Dipanggil, Kasus Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad
"Itu tidak bekerja lagi seperti itu," tegasnya.
Sedangkan Kementerian Luar Negeri India telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan komentar itu tidak mencerminkan pandangan pemerintah.
Pemerintah berdalih, itu pandangan dari elemen pinggiran.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Demonstrasi-Mengutuk-Jubir-BJP-India.jpg)