Kajian Islam
Syariat Tidak Perlu Dianalisis, Dijalankan Karena Ada Kebaikan – Khutbah di Masjid HKL
Semua yang telah diperintahkan Allah SWT, memiliki nilai yang tidak bisa ditakar oleh manusia.
SERAMBINEWS.COM – Syariat tidak perlu untuk dianalisis, sehingga menimbulkan keraguan terhadap agama, segala perintah Allah seyogyanya dijalankan, tanpa mesti mempertanyakan apa yang diperoleh jika mentaati perintah Allah.
Semua yang telah diperintahkan Allah SWT, memiliki nilai yang tidak bisa ditakar oleh manusia.
Seseorang menjalankan perintah Allah, seperti beribadah dan mengerjakan kebaikan, maka semestinya ia mengerjakan dengan sepenuh hati, tanpa perlu meragukan ataupun mempertanyakan keuntungan ibadah tersebut dikerjakan.
Mengenai syariat tidak perlu dianalisis ini disampaikan oleh khatib khutbah Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek (HKL) Banda Aceh (17/6/2022).
Khatib adalah Ust Dr Damanhur Abbas, Lc MA dan imam adalah Tgk Iqbal Syech Muda.
Baca juga: Komunitas Seniman Banda Aceh Lukis Mural Kisah Nabi di Dinding Taman Masjid Haji Keuchik Leumiek
Ikuti Sunnah Rasul agar Tak Tersesat
Mengawali materi khutbah, khatib menyeru untuk setiap muslim senantiasa bersyukur dengan segala nikmat yang diberikan, agar Allah SWT menambah nikmat-nikmat yang lain.
Khatib juga menyeru agar setiap muslim mengikuti anjuran Rasulullah, mengikuti sunnah Rasul, sehingga orang tersebut tidak tersesat di dunia.
Bahkan, bisa dikatakan orang yang menjalankan sunnah Rasullah bisa diumpamakan cahaya di kegelapan malam.
“Tidak akan tersesat seorang muslim apabila dirinya mengikuti semua anjuran dan sunnah Rasulullah SAW, bahkan bisa diumpakan orang tersebut cahaya ketika malam hari,” ucap khatib.
“Rasulullah SAW bukan hanya memperlihatkan dan cara hidup islami bagi umatnya, Rasul bahkan senantiasa mendoakan umatnya,” tambah khatib.
Baca juga: Hanan Attaki dan Muzammil Hasbalah Dijadwalkan Isi Tausiah di Masjid Haji Keuchik Leumiek Banda Aceh
Dalam Alquran, kebanyakan berisi mengenai kisah dari nabi-nabi terdahulu dan orang-orang shaleh. Seperti dalam Alquran, telah diabadikan kisah Nabi Ibrahim AS. Nabi yang mendapatkan ujian dari Allah SWT, ujian yang cukup besar namun berhasil dilalui sehingga Allah membalaskan dengan kemuliaan.
Allah SWT berfirman:
۞ وَاِذِ ابْتَلٰٓى اِبْرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ۗ قَالَ اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ۗ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِيْنَ
Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman, “(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.” (QS Al-Baqarah: 124)