Harga BBM

Bandingkan Harga BBM Singapura 4 Kali Lipat RI, Jokowi Ingatkan 60 Negara Akan Ambruk Ekonominya

Bandingkan harga BBM Singapura empat kali lipat RI, Jokowi ingatkan 60 negara akan ambruk ekonominya.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Ansari Hasyim
Kolase Serambinews / BPMI Setpres
Bandingkan harga BBM Singapura empat kali lipat RI, Jokowi ingatkan 60 negara akan ambruk ekonominya. 

Presiden RI menyampaikan, dunia saat ini dalam keadaan yang sangat-sangat sulit di mana hantaman krisis yang bertubi-tubi.

Krisis mulai pandemi, perang Rusia-Ukraina hingga merembet ke mana-mana.

"Terakhir baru kemarin, saya mendapatkan informasi 60 negara akan ambruk ekonominya, 42 dipastikan sudah menuju ke sana," ungkap Jokowi.

"Siapa yang mau membantu mereka kalau sudah 42? Mungkin kalau satu, dua, tiga negara krisis, bisa dibantu dari lembaga-lembaga internasional," tambahnya.

Baca juga: Jokowi Sayangkan APBN dan APBD Digunakan Beli Produk Impor: Ngumpulnya Gak Mudah

Presiden Jokowi mengimbau agar berhati-hati mengenai persoalan ini karena Indonesia dan negara global lainnya sedang tidak berada pada posisi normal.

"Saya kira kita tahu semuanya sudah satu, dua, tiga negara yang mengalami itu. Tidak punya cadangan devisa, tidak bisa beli BBM. Tidak punya cadangan devisa, tidak bisa beli pangan, tidak bisa impor pangan, karena pangannya, energinya impor semuanya," kata Presiden RI itu.

"Kemudian terjebak juga kepada pinjaman utang yang sangat tinggi, karena debt ratio-nya terlalu tinggi. Jadi sekali lagi, ngeri saya kalau lihat angka-angkanya," tambahnya.

Baca juga: Mendag Zulkifli Hasan Segera Laksanakan Perintah Jokowi untuk Turunkan Harga Minyak Goreng

Presiden Jokowi bercerita, saat Indonesia menyetop batu bara pada Januari lalu, ada lima presiden/perdana menteri yang menelponnya memohon-mohon dikirim batu bara.

“Presiden Jokowi, mohon kita dikirim batu baranya ini segera, secepatnya. Kalau ndak, ini mati kita, listrik kita mati, industri kita mati," ujarnya menirukan.

"(Kondisi ini membuat) kita menjadi tahu, kekuatan kita itu ada di mana," tegas Jokowi.

Baca juga: Jokowi Sebut Ada Perdana Menteri yang Menghubunginya, Minta Dikirimi Minyak Goreng karena Stok Habis

Ia juga menyampaikan untuk mulai berani menyetop ekspor bahan mentah dan mengolahnya terlebih dahulu menjadi barang jadi.

"Setop ekspor bahan mentah kemudian kita buat barang jadi, ada industrialisasi, ada hilirisasi di situ," katanya.

"Itulah sebetulnya kekuatan besar kita, sehingga nilai tambah itu ada di dalam negeri, lapangan kerja itu ada di dalam negeri," tambahnya.

Baca juga: Megawati Tegas di Rakernas II: Kalau Masih Ada yang Ngomong Koalisi di PDIP, Out!

Jokowi berujar, kalau kirim barang mentah yang dapat nilai tambah negara lain, yang dapat lapangan pekerjaan dan dapat pajak juga negara lain.

"Kalau industrinya ada di sini, PPh dapat kita, PPh badan, PPh karyawan, PPh perorangan, PPh badan dapat, pajak dapat, bea ekspor dapat, biaya keluar dapat," harapnya.

"Besar sekali yang kita dapat," tambahnya. (Sara Masroni/Serambinews.com)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved