Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Jembatan Putus di Aceh Tengah, Masyarakat Sulit Keluarkan Produksi Tani

Satu jembatan di Kampung Berawang Dewal Kecamatan Jagong Jeget Kabupaten Aceh Tengah putus dibawa air

Penulis: Romadani | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/ROMADANI
Jembatan Putus di Kampung Berawang Dewal, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah. Masyarakat berawang Dewal sulit keluarkan produksi Tani, Minggu (26/6/2022) 

Laporan Romadani | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Satu jembatan di Kampung Berawang Dewal, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah putus dibawa air.

Diketahui jembatan tersebut merupakan penghubung antar dusun di kampung tersebut, selain itu juga sebagai alternatif masyarakat mengeluarkan hasil pertanian.

Tidak hanya hasil pertanian, anak-anak berangkat dan pulang sekolah juga melewati jalan tersebut.

Amatan Serambinews.com, Minggu (26/6/2022) aliran sungai kecil kondisinya sudah tak seperti biasa, tanah liat berwarna kuning tampak menumpuk dan retak di pinggir aliran sungai.

Jembatan yang sebelumnya berdiri, sudah tidak tampak lagi dan putus total, terlihat satu Meunasah sarana ibadah berdiri tepat di pinggir sungai.

Baca juga: Dihipnotis, Enam Mayam Emas Milik Warga Tijue Pidie Lenyap, Begini Penampilan Pelaku Saat Datang

Masyarakat setempat membuat satu jembatan penghubung dengan sedanya menggunakan batang pohon kayu dan papan hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua.

Tampak aktivitas warga di sore hari pulang dari kebun membawa hasil tani, yakni kopi dan cabai menggunakan kendaraan roda dua melewati jembatan dengan panjang sekitar delapan meter.

Tak jarang, saat melewati jembatan tersebut para pengendra roda dua harus menurunkan kedua kakinya untuk mengimbangi kendaraan dan barang pertanian yang dibawanya.

Mirisnya, jembatan tersebut pun tidak memiliki penyanggah yang kokoh dan pada sisi kanan dan kiri hanya ada satu papan untuk menahan, bila terjadi kecelakaan agar tidak jatuh ke sungai.

Baca juga: Diakhir Jabatannya, Gubernur Aceh Nova Iriansyah Resmikan Dua Ruas Jalan Multiyears 

Reje (Kepala Desa) Berawang Dewal Yusrayuddin kepada Serambinews.com menjelaskan, jembatan tersebut menjadi prioritas kebutuhan masyarakat, selain diguankan msyarakat menuju sektor pertanian juga menjadi lintasan anak sekolah.

"Kita telah berupaya menemui sejumlah pimpinan daerah untuk menindak lanjuti jembatan ini. Namun sampai saat ini tak kujung direalisasikan," terangnya.

Reje Berawang Dewal mengatakan keadaan jembatan tersebut sudah sekitar tujuh bulan lamanya. Putusnya jembatan itu terjadi pada tanggal 10 November 2021 lalu saat hujan deras.

Baca juga: PMI Banda Aceh Dibekukan, Ini Penjelasan Ketua PMI Aceh

Jembatan yang kondisinya sangat memprihatinkan itu, Reje mengatakan sejumlah masyarakat yang melewatinya kerap terjadi kecelakaan.

"Kalau korban jiwa memang belum ada, tapi kalo kecelakaan kecil sering ya saat masyarakat lewat, itu langsung jatuh," kata yusra.

Reje dan masyarakat setempat berharap adanya perhatian pemerintah terkait kondisi jembatan tersebut.

"Kami sudah berupaya secara swadaya membuat jembatan seadanya, kami minta pemerintah dapat perhatikan lah masyarakat di sini," jelasnya.(*)

Baca juga: Bertemu Ronaldinho, Airlangga Tanya Rahasia Brasil Banyak Melahirkan Talenta Sepakbola

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved