Internasional
Demi Makanan dan Air Bersih Untuk Bertahan Hidup, Migran di Libya Bersedia Diperkosa
Sejumlah migran, khususnya wanita yang ditahan di Libya menghadapi pelecehan yang mengerikan.
“Misi tersebut juga telah mendokumentasikan kasus pemerkosaan di tempat-tempat penahanan atau penangkaran," katanya.
Dimana perempuan migran dipaksa untuk berhubungan seks untuk bertahan hidup, dengan imbalan makanan atau barang-barang penting lainnya, katanya.
Faktanya, risiko kekerasan seksual yang diketahui dianggap terlalu besar, kata laporan itu.
Baca juga: Kapal Pengangkut Migran Tunisia Tujuan Eropa Tenggelam di Laut Mediterania
Dikatakan, beberapa wanita dan gadis migran dipasangi implan kontrasepsi sebelum bepergian ke sana untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan karena kekerasan semacam itu.
Para penyelidik menyampaikan beberapa cerita memilukan yang didengar dari para migran di Libya.
Seorang wanita, yang ditahan di kota utara Ajdabiya, menggambarkan bagaimana para penculiknya menuntut seks dengan imbalan untuk air.
Air itu digunakan untuk mencuci pakaian kotor anaknya yang sakit berusia enam bulan, kata laporan itu.
“Saya membiarkan mereka memperkosa saya," ujar wanita itu.
"Saya tidak punya pilihan lain," tambahnya.
"Itu untuk putriku," ujarnya.
"Saya tidak bisa meninggalkannya seperti itu,” katanya, menurut laporan itu.
Baca juga: Tragedi Migran ke Amerika Serikat Kembali Terjadi, 46 Orang Tewas di Dalam Kontainer Truk
Misi pencarian fakta, yang dibentuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Juni 2020, akan berakhir mandatnya dalam beberapa hari mendatang.
Tetapi sekelompok negara Afrika telah mengajukan rancangan resolusi kepada dewan yang akan memungkinkannya melanjutkan pekerjaannya sembilan bulan lagi.(*)