Internasional
Tragedi Migran ke Amerika Serikat Kembali Terjadi, 46 Orang Tewas di Dalam Kontainer Truk
Jenazah 46 migran yang tewas ditemukan di dalam sebuah kontainer truk pada Senin (26/6/2022) di San Antonio, Texas.
SERAMBINEWS.COM, SAN ANTONIO - Jenazah 46 migran yang tewas ditemukan di dalam sebuah kontainer truk pada Senin (26/6/2022) di San Antonio, Texas.
Itu menjadi salah satu insiden penyelundupan manusia paling mematikan di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.
Seorang pejabat Departemen Pemadam Kebakaran San Antonio mengatakan menemukan tumpukan mayat dan tidak ada tanda-tanda air di dalam truk.
Dilansir Reuters, Selasa (28/6/2022), truk ditemukan di sebelah rel kereta api di daerah terpencil di pinggiran selatan Kota San Antonio.
Sebanyak 16 orang lain ditemukan di dalam trailer diangkut ke rumah sakit karena serangan panas dan kelelahan.
Termasuk empat anak di bawah umur, tetapi tidak ada anak-anak di antara yang tewas, kata departemen itu.
Baca juga: Kapal Pengangkut Migran Tunisia Tujuan Eropa Tenggelam di Laut Mediterania
"Pasien yang kami lihat terasa panas saat disentuh, mereka menderita serangan panas dan kelelahan," kata Kepala Pemadam Kebakaran San Antonio Charles Hood dalam konferensi pers.
"Itu truk berpendingin, tetapi tidak ada unit AC yang berfungsi di dalam trailer truk itu."
Suhu di San Antonio, yang berjarak sekitar 250 km dari perbatasan Meksiko naik hingga 39,4 derajat Celcius pada Senin (27/6/2022) dengan kelembapan tinggi.
Kepala Polisi kota William McManus mengatakan seseorang yang bekerja di gedung terdekat mendengar teriakan minta tolong dan keluar untuk menyelidiki.
Pekerja menemukan pintu trailer terbuka sebagian dan melihat ke dalam menemukan sejumlah mayat.
McManus mengatakan ini menjadi insiden terbesar di kota.
Dia mengatakan tiga orang ditahan setelah insiden itu, meskipun keterlibatan mereka belum jelas.
Seorang juru bicara US Immigration and Customs Enforcement (ICE) mengatakan divisi Investigasi Keamanan Dalam Negeri sedang menyelidiki dugaan penyelundupan manusia.
Kematian itu sekali lagi menyoroti tantangan untuk mengendalikan penyeberangan migran di perbatasan AS-Meksiko, yang telah mencapai rekor tertinggi.
Baca juga: Pasukan Keamanan Libya Bubar Paksa Demonstrasi Aksi Duduk Migran