TKW Aceh Disiksa
Kisah Haru Gadis Caleue Pidie yang Dijual Sepupunya ke Malaysia, WD Menangis Dipelukan Ibunda
Mahfuddin dan ibu WD sesekali melihat pintu kedatangan internasional Bandara Kuala Lumpur, memastikan yang keluar adalah WD atau bukan.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Isak tangis mewarnai pelukan keduanya yang sudah 6 tahun tak pernah bertemu.
Ketua DPRK Pidie dan tim juga ikut haru menyaksikan pertemuan seorang anak dan ibu.
Begitu juga dengan keluarga yang lain yang hadir dalam rombongan tidak terlepas dari situasi yang sangat emosional ini.
“Ada sejumlah orang yang menyambut kedatangan WD, selain keluarga dan kami, ada juga dari Tim Adat Aceh Cang Panah Sumut,” imbuhnya.
Tim Adat Aceh Cang Panah Sumut satu komunitas masyarakat Aceh di Medan yang sudah banyak melakukan gerakan - gerakan sosial terutama membantu masyarakat Aceh di Medan.
Tim Cang Panah saat ini diketuai oleh Abu Zulham Tibor.
Baca juga: Detik-detik Penyelamatan TKW Aceh yang Disekap 8 Tahun oleh Majikannya di Malaysia
Kepada Serambinews.com, Mahfuddin mengatakan, dari pengamatan secara kasat mata bahwa tubuh WD mengalami cedera berat dan serius.
Hal itu tidak terlepas dari apa yang dilami WD selama bertahun-tahun disiksa oleh majikannya.
“Terlihat ketika WD sedang berdiri atau berjalan badannya agak miring, dan juga giginya rontok,” katanya.
Begitu juga dengan psikologisnya tentu di butuhkan penanganan serius oleh tenaga ahli baik itu di bidang konselor maupun Psikolog.
“Atas nama keluarga besar WD, saya menyampaikan terima kasih banyak kepada seluruh Masyarakat Aceh yang bermukim di Malaysia terutama dari komunitas SUBA yang di pimpin oleh Tgk Bukhari dan Bang Haikal sebagai Ketua Komunitas Bireuen Bersatu Aceh Malaysia,” ucap ketua DPRK Pidie.
Mereka ini, sambungnya, adalah orang yang sangat berjasa dan antusias dalam membantu proses pemulangan korban WD ke Aceh.
Baca juga: Begini Nasib Kasatlantas Selingkuh Dengan Istri Perwira Polisi, Kapolda Bertindak Tegas
Setelah menjemput WD di Kualanamu, rombongan kemudian bertolak menuju kediaman keluarga di Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie.
Menempuh belasan jam perjalanan, Ketua DPRK Pidie bersama tim dan juga WD dan keluarganya tiba di Pidie pada Rabu (29/6/2022) siang.
“Kami sampai ke rumah korban di Indrajaya Pidie sekitar pukul 14.30 WIB,” ujar Mahfuddin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-dprk-pidie-menjemput-langsung-wd.jpg)