BERITA POPULER
POPULER NANGGROE - Penyebab Idul Adha Berbeda, Tanggapan Nova Iriansyah Dicap Gubernur Terburuk
Pembaca setia Serambinews.com, selain tiga berita di atas, ada sejumlah informasi menarik lain dari Kanal Nanggroe yang paling diminati oleh pembaca
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
"Jadwal Pemilu 2024 sudah ditetapkan dan akan akan dilaksanakan karena ini salah satu amanah konstitusi negara kita," kata Surya Paloh dalam sambutannya saat meresmikan kantor baru DPW Partai NasDem Aceh di Jalan Prof Ali Hasymi, Pango, Banda Aceh, Senin (27/6/2022).
Lantas, putra asli Aceh ini, di hadapan kader dan tamu undangan yang hadir mengatakan, Pemilu 2024 tidak perlu dilaksanakan.
"Saya menyatakan untuk apa pemilu jika bangsa ini terpecah? Tidak perlu ada pemilu, lebih tidak ada pemilu kalau itu memberikan konsekuensi perpecahan kepada bangsa ini," kata Surya Paloh.
Surya Paloh mengatakan, masyarakat Aceh dan juga Indonesia pada umumnya harus belajar dari pengalaman pemilu sebelumnya.
"Kita harus menjaga persatuan maka untuk itu kita perlu mengambil pelajaran dari pemilu-pemilu sebelumnya agar kualitas pemilu kita jauh lebih baik," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem datang ke Aceh dalam rangka peresmian Gedung Kantor Baru DPW Partai NaDem Aceh yang berada di Jalan Prof Ali Hasymi, Pango, Banda Aceh.
3. Dihipnotis, Enam Mayam Emas Milik Warga Tijue Pidie Lenyap, Begini Penampilan Pelaku Saat Datang
Nahas menimpa pasangan suami-istri, Rusli Ismail (73) dan Hasah (65) warga Gampong Tijue, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.
Mereka menjadi sasaran pelaku hipnotis, Senin (27/6/2022) sekira pukul 09.13 WIB.
Enam mayam emas murni raib dibawa kabur.
Dari pengakuan korban, Rusli Ismail kepada Serambinews.com, Senin (27/6/2022) mengatakan peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 09.12 WIB.
Datang lelaki berparas sosok Tgk pengajian dengan pakaian bersarung, surban dan berpeci putih dengan mengendarai sepeda motor jenis Scoopy warna merah.
Baca juga: Pria Beristri Enam Tusuk Ayah Mertua, Murka Istri Kelima Pulang ke Rumah Ortu, Pelaku 10 Tahun Buron
"Kala itu pelaku hipnotis bersalaman dengan istri saya, Habsah dan langsung diajak berbincang tentang perihal tentang pembayaran haji tahun 2010 lalu sebesar Rp 30 juta bagi kami (Pasutri) dengan meminta uang atau barang berharga," sebutnya.
Hanya saja saat itu, Habsah menyerahkan emas berupa cincin dua mayam namun pelaku meminta yang lebih banyak.