Kupi Beungoh
Kemiskinan dan Pengemis di Nanggroe Aceh Hebat yang sedang Sekarat
Slogan Aceh Hebat yang terus didengungkan oleh pemerintah Aceh sekarang malah mengesankan Aceh sedang sekarat.
Bukan pula pengemis suara rakyat dari para politikus yang rakus saat pemilu tiba.
Pengemis yang dimaksud adalah pengemis kapital, pengemis yang hanya menginginkan keuntungan ekonomi secara instan, dengan cara berpangku tangan serta mengharap belas kasih kepada siapa saja yang mereka kehendaki.
Maka dari itu, penulis sendiri, coba mengkategorikan pengemis yang ada di Aceh ke dalam tiga katagori.
Katagori pertama adalah pengemis jalanan. Pengemis ini dapat dikatakan sebagai pengemis yang memiliki keterbatasan secara materi, fisik, maupun keterbatasan mental, yang secara alamiah memang layak dibantu dan diperhatikan.
Kedua, pengemis intelektual, yakni kaum terdidik dan terpelajar yang berperilaku layaknya pengemis jalanan.
Kesehariannya gemar menghambakan diri kepada pihak penguasa dengan cara menjual nilai-nilai ‘keintelektualannya’ agar mendapatkan keuntungan secara instan tanpa menjunjung tinggai nilai moralitas dalam masyarakat.
Dan, ketiga pengemis agamis. Pengemis ini merupakan para peminta yang memakai simbol-simbol agama dalam setiap usaha dan kegiatan yang dilakukannya dengan dalih kepentingan agama Tuhan.
Mereka tidak segan menjulurkan tangannya kepada siapapun dengan mengatasnamakan umat demi mendapatkan keuntungan individual.
Kehadiran pengemis ini tidak lepas dari bencana sosial, di antaranya: kondisi pekonomian masyarakat yang sedang carut marut, keterbatasan lapangan kerja, dan pola hidup masyarakat yang hedonis, serta kurangnya pendidikan.
Setuju atau tidak! Jika, diperhatikan lebih seksama, sebelum konflik Aceh-RI (1976-2005), gempa dan tsunami (24 Desember 2004), keberadaan pengemis di Aceh masih sangat terbatas.
Memang, hal ini belum bisa dibuktikan dengan data kuantitatif terhadap seberapa banyak jumlah pengemis yang ada di Aceh sebelum dan sesudah konflik, serta gempa dan tsunami Aceh.
Baca juga: Sore Nanti, Pj Wali Kota Banda Aceh Dilantik, Disebut-sebut Ini Sosok Gantikan Aminullah Usman
Baca juga: Jamaah Haji Terbaring di Tempat Tidur Rumah Sakit Tetap Dibawa ke Tempat-tempat Suci di Mekkah
Karena belum ada angka yang menyebutkan berapa jumlah pengemis dengan angka pasti.
Namun demikian, secara kualitatif, fakta sosial tersebut terlihat jelas dalam amatan kita bahwa jumlah pengemis di Aceh makin hari semakin bertambah.
Fenomena kemunculan pengemis di Aceh saat ini terjadi secara masif, sehingga gelombang pengemis di Aceh sekarang jauh lebih besar.
Kehadiran pengemis di Aceh menjadi bukti terhadap kebenaran bahwa posisi Aceh sebagai provinsi termiskin sesumatera memang benar adanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/zahrul-fadhi-johan_1.jpg)