Jumat, 5 Juni 2026

Kupi Beungoh

Kemiskinan dan Pengemis di Nanggroe Aceh Hebat yang sedang Sekarat

Slogan Aceh Hebat yang terus didengungkan oleh pemerintah Aceh sekarang malah mengesankan Aceh sedang sekarat.

Tayang:
Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Zahrul Fadhi Johan, Ketua Lembaga Seuramoe Budaya. 

Setidaknya, pengaruh dari bencana sosial dan bencana alam telah membuka pintu bagi para pengemis untuk tumbuh dan berkembang.

Program Aceh Teuga dan Carong yang dicanangkan pemerintah Aceh saat dipimpin Gubernur Nova Iriansyah tidak berjalan sesuai harapan.

Baca juga: VIDEO Jeritan Kesurupan Massal Karyawati Pabrik Sepatu di Garut Bikin Suasana Mencekam

Baca juga: Jangan Dicubit, Ini Harus Dilakukan Istri Jika Suami Langsung Tidur Usai Berhubungan, Bisa Bikin Fly

Banyaknya pengemis dan bergelarnya Aceh sebagai provinsi termiskan se-Sumatera menandakan kegagalan pemimpin Aceh sekarang dalam upaya mensejahterakan 5,3 juta rakyatnya. 

Untuk itu, dalam hal mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengemis di Aceh, baiknya pemerintah Aceh senantiasa menjalankan berbagai program pemerintahan sesuai target dan tepat sasaran, sebagaimana yang telah tercanangkan dalam visi dan misinya selama menggengam kekuasaan.

Disamping itu, berbagai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme harus segera dihilangkan dalam tubuh birokrasi yang sedang dan akan dijalankan oleh pemerintah Aceh sekarang dan di masa depan.

Insya Allah kedepannya, Aceh jauh lebih baik dari sekarang, dengan harapan, pengemis dan kemiskinan, serta persoalan kemasyarakatan lainnya akan berkurang.

*)PENULIS adalah Ketua Lembaga Seuramoe Budaya (email: zahrulfadhijohan@gmail.com)

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved