Breaking News:

Kupi Beungoh

Kemiskinan dan Pengemis di Nanggroe Aceh Hebat yang sedang Sekarat

Slogan Aceh Hebat yang terus didengungkan oleh pemerintah Aceh sekarang malah mengesankan Aceh sedang sekarat.

Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Zahrul Fadhi Johan, Ketua Lembaga Seuramoe Budaya. 

Oleh: Zahrul Fadhi Johan*)

KEMISKINAN dan pengemis adalah sebuah keniscayaan. Setidaknya itulah yang kita perhatikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran pengemis ditengah-tengah masyarakat tidak lepas dari faktor kemiskinan.

Kemiskinan itu sendiri ditandai pada kehidupan masyarakat yang tidak memiliki tempat tinggal tetap (tunawisma), pengganguran, dan pengemis.

Faktanya, kemiskinan dan pengemis ada di setiap negara.

Berdasarkan data yang pernah dirilis pada laman The World Economic Forum, diperkirakan sekitar 150 juta orang tidak memiliki tempat tinggal.

Ketiadaan tempat tinggal dapat disebabkan oleh faktor kemiskinan. Tentunya, faktor kemiskinan berdampak besar terhadap kehadiran para gelandangan atau pengemis di suatu tempat.

Baca juga: Putra Aceh Diharap Masuk Kabinet, Sayed Muhammad Muliady Masuk Bursa Calon Menpan RB

Baca juga: Polisi Tangkap Ulama India Karena Minta Penggal Penghina Nabi

Amerika Serikat (USA), sebuah negara adidaya, tetap saja memiliki pengemis yang berkeliaran di berbagai kota, seperti di New York dan Los Angeles.

Pun demikian dengan negara lainnya di dunia ini semisal Kota Manila Filipina, Moskow Rusia, Mexico City Meksiko, Mumbai dia, dan Jakarta, serta kota-kota besar lainnya.

Di sisi lain, ada juga negara yang memiliki jumlah pengemis dan orang miskin paling sedikit di dunia. Negara itu adalah Finlandia.

Di Kota Helsinki sebagai pusat ibu kota Finlandia, sangat jarang ditemukan pengemis yang berkeliaran.

Sedikitnya angka pengemis dan kemiskinan di sana disebabkan karena pemerintah Finlandia sangat peduli terhadap hal yang demikian.

Aceh Provinsi Termiskin

Slogan Aceh Hebat yang terus didengungkan oleh pemerintah Aceh sekarang laksana ‘panggang tidak berapi’. Slogan Aceh hebat malah mengesankan Aceh sedang sekarat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved