Kupi Beungoh
Kemiskinan dan Pengemis di Nanggroe Aceh Hebat yang sedang Sekarat
Slogan Aceh Hebat yang terus didengungkan oleh pemerintah Aceh sekarang malah mengesankan Aceh sedang sekarat.
Sedangkan pada tingkat Nasional, kemiskinan di Aceh pada 2022 berada pada posisi nomor 5 (lima) se-Indonesia setelah Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.
Hal tersebut terungkap berdasarkan data yang dipublikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode Maret-September 2021.
Secara presentasi, kemiskinan di Aceh mencapai 15,53 % , dan secara angka mencapai 850.260 jiwa dari 5,372 juta (2019).
Fakta di lapangan boleh saja lebih, bisa saja kurang. Mau terima atau tidak, angka inilah yang menjadi landasan dasar Aceh mendapat gelar termiskin di Sumatera dan kelima di Indonesia.
Sungguh sebuah prestasi yang memalukan bagi pemerintah Aceh saat ini.
Aceh adalah sebuah provinsi dalam wilayah kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki nilai keistimewaan dan kekhususan dalam hal mengola pemerintahannya sendiri.
Baca juga: VIDEO Julianto Eka Putra Motivator yang Kini Terdakwa Kasus Pelecehan Seksual
Baca juga: Lucinta Luna Lakukan Operasi Pemotongan Leher, Kini 2 Minggu Tak Bisa Bicara
Atau yang dikenal dengan istilah selfgovernment, sebagaimana diatur dalam UU No. 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh (sebelumnya diatur dalam UU No. 18 Tahun 2001, UU No. 44 Tahun 1999, dan berdasarkan Pasal 18 B UUD 1945).
Dalam hal kekhususan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat sejak penandatangan MoU Helsinki (2005), pemerintah Aceh berhak mengelola pemerintahan sendiri dalam segala hal.
Kecuali hanya tiga hal yang tidak diperkenankan, yakni kebijakan moneter (keuangan), keamanan, dan kebijakan luar negeri.
Hanya saja, kekhususan yang didapat sampai saat ini belum berhasil diimplementasikan dengan baik oleh pemerintah Aceh.
Malahan, persoalan kemiskinan dan bencana sosial kemasyarakat lainnya ikut menyertai bumi Aceh.
Gelombang Pengemis di Aceh
Kemiskinan di Aceh tidak dapat dipungkiri ketika kita mau membuka mata selebar-lebarnya terhadap fenomena sosial yang sedang terjadi di Aceh.
Baca juga: Selain Al-Qaeda, Lembaga ACT Juga Diindikasi Alirkan Dana ke Korea Utara
Baca juga: Pesta Minuman Keras Oplosan di Geumpang, Satu Tewas dan Dua Dilarikan ke RSUD Sigli
Kemunculan pengemis di Aceh menjadi sebuah indikasi bahwa fakta kemiskinan di atas tidak terbantahkan.
Namun, perlu digaris bawahi, pengemis yang dimaksud oleh penulis di sini bukanlah pengemis hati seorang pujangga cinta terhadap sang pujaan hatinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/zahrul-fadhi-johan_1.jpg)