Berita Politik
Anies: Saya Pernah Hidup Susah Saat Tinggal di Luar Negeri
Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku pernah hidup susah saat tinggal di luar negeri
Kemudian Kapolda Metro Jaya diwakili Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, dan Co Founder dan CEO TITIPKU, Henri Suhardja.
Anies mengatakan, saat itu masyarakat dari berbagai belahan dunia terutama Asia datang ke Batavia, yang sekarang disebut sebagai Jakarta.
Aktivitas menggeliat itu terjadi di kawasan Jakarta Utara karena mereka datang melalui jalur laut.
"Mereka datang bekerja dan berkiprah di tempat ini.
Kita lalu masuk ke abad 21 dan bagaimana relevasi sebuah kota dengan globalisasi," ujar Anies.
Perkembangan globalisasi ini ditopang oleh perkembangan teknologi.
Kecepatan teknologi informasi yang luar biasa ini telah dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang kehidupannya.
"Dalam konteks Jakarta, salah satu ciri sebuah kota global saat ini adalah kemajuan di dalam pengelolaan mobilitas penduduk," ucapnya.
Menurut Anies, hal yang membedakan masyarakat urban dan plural adalah mobilitasnya.
Masyarakat urban cenderung mobilitasnya tinggi, sedangkan masyarakat plural tingkat mobilitasnya lebih rendah.
"Nah begitu sampai pada mobilitas penduduk, sebuah kota akan terlihat sebagai kota global bila penduduknya menggunakan transportasi umum, dan bila negara menyediakan transportasi umum," jelas Anies. (faf/m26/m36/amb)
Baca juga: Dulu Pernah Dipuji Anies Baswedan, Kerja Sama ACT dengan Pemprov DKI Kini Dievaluasi Wagub
Baca juga: Anies Baswedan Cabut Izin Holywings, PDIP Sebut Pansos Jelang Pemilu, PSI Juga Komentar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gubernur-DKI-Jakarta-Anies-Baswedan-saat-ditanya-terkait-calon-presiden-pemilu-2024.jpg)