Jurnalisme Warga
Lamteuba, dari Ganja ke Palawija
Desa tersebut terletak di jalan nasional Banda Aceh-Medan, tepatnya di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh
OLEH HUSAINI YUSUF, S.P., M.Si., putra Aceh Besar, kini berkhidmah sebagai peneliti di BPTP Aceh dan alumnus Pascasarjana Sosiologi Pedesaan Institut Pertanian Bogor, melaporkan dari Lamteuba, Aceh Besar
Lamteuba, selain sebagai salah satu nama gampong, juga tercatat sebagai nama sebuah mukim.
Desa tersebut terletak di jalan nasional Banda Aceh-Medan, tepatnya di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.
Beberapa tahun silam, desa itu nyaris tak henti menghiasi wajah berbagai media, baik media cetak maupun elektronik.
Daerah pegunungan itu menjadi langganan kunjungan aparat keamanan, khususnya polisi, karena di sinilah lokasi sumber penghasil tanaman ganja (Cannabis sativa) yang dilarang penanamannya.
Komoditas pertanian itu memang tumbuh dengan baik dan subur di Lamteuba.
Mukim Lamteuba memiliki delapan gampong, yaitu Ateuk, Desa Pulo, Lambada, Lampante, Blang Tingkeum, Lam Apeng, Lamteuba Droe, dan Meurah.
Waktu tempuh ke Lamteuba dari Kota Banda Aceh lebih kurang 1 jam perjalanan darat.
Jika ditempuh via Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh), hanya 30 menit saja.
Untuk menuju ke lokasi desa tujuan dari pinggir Jalan Medan-Banda Aceh, jarak tempuhnya hanya 24 km.
Baca juga: BNN Republik Indonesia (RI) Musnahkan 20.000 Batang Ganja di Lamteuba Aceh Besar
Baca juga: Illiza Saaduddin Djamal Kunjungi Mahasiswa Unida di Lamteuba, Ini yang Dibicarakan Bersama Rektor
Baca juga: Gelar Program Saweu Madrasah, KKG PAI MI Aceh Besar Sambangi MIN Lamteuba
Beberapa penduduk Lamteuba sempat menjadikan ganja sebagai sumber ladang bisnis, terutama mereka yang berdomisili dan berada langsung di kaki Gunung Seulawah Agam.
Pekerjaan penuh risiko itu mereka geluti karena diiming-imingi pendapatan yang besar dan ingin cepat kaya secara instan.
Pada Kamis (9/6/2022) yang sangat terik itu, kami bersama peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Aceh Besar dan Pengawas Benih Tanaman (PBT) dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menuju Lamteuba yang tujuannya untuk melihat perkembangan tanaman kedelai di desa ini.
Sepanjang perjalanan menuju titik lokasi, kami lewati perbukitan nan indah dan hamparan lahan sawah yang hijau yang baru saja selesai dipanen raya.
Lahan sawah itu dalam beberapa hari ke depan akan dilakukan pengolahan tanah kembali karena sudah mulai terlihat tandanya, yakni traktor yang sudah tersedia (stanby) di rumah penduduk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/husaini-yusuf-sp-msi-putra-aceh-besar-kini-berkhidmah-s.jpg)