Senin, 18 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Lamteuba, dari Ganja ke Palawija

Desa tersebut terletak di jalan nasional Banda Aceh-Medan, tepatnya di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
HUSAINI YUSUF, S.P., M.Si., putra Aceh Besar, kini berkhidmah sebagai peneliti di BPTP Aceh dan alumnus Pascasarjana Sosiologi Pedesaan Institut Pertanian Bogor, melaporkan dari Lamteuba, Aceh Besar 

Menurut PPL Seulimuem, Hasbi, rata-rata penduduk Lamteuba adalah petani padi dan pekebun, di samping sebagai peternak yang menjadi mata pencaharian sampingan mereka.

Isa, petani yang masuk dalam program pembinaan kami, menyebutkan bahwa kawasan yang ia garap untuk usaha tani sekarang adalah dulunya merupakan lumbung ganja di Aceh yang terkenal (meusyuhu) ke seantero negeri ini.

“Kalau dulu mendengar nama Lamteuba, persepsi kita langsung mengarah pada daerah terisolir tersebut sebagai penghasil ganja,” ujar Isa.

Persepsi itu memang sulit dihilangkan begitu saja di benak masyarakat.

Wajah baru Kini, masa suram kawasan itu telah berubah drastis.

Komunitas mereka yang selama ini dianggap sebagai daerah penghasil barang haram sekarang sudah berubah menjadi lokasi sentra palawija.

Sebagian besar lahan petani ganja kini beralih fungsi menjadi lahan produktif yang ditanami berbagai komoditas tanaman.

Komoditas kedelai misalnya, adalah menjadi andalan petani dalam mengisi lereng-lereng Gunung Seulawah tersebut sambil menunggu tanaman tahunan berproduksi seperti jengkol, petai, pisang, alpukat, dan kemiri.

Lima komoditas terakhir ini nyaris menjadi komoditas primadona petani di Lamteuba sekarang.

Rata-rata tanaman tersebut sudah memasuki masa berbuah.

Tinggal lagi menyediakan penampung dan pasar untuk mereka sehingga tak terbuang sia-sia.

Sejauh mata memandang, hamparan gunung-gunung itu telah disulap menjadi lahan produktif oleh petani lokal dan juga pendatang yang hadir dari berbagai daerah.

Wajah Lamteuba telah berubah total.

Mereka mulai sadar akan kelakuannya yang selama ini keliru.

Ternyata petani di sana sudah tak nyaman dengan kondisi kawasan mereka yang hampir setiap hari didatangi aparat keamanan untuk memburu ladang ganja.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved